Banjir DKI Jakarta, Tercatat 98 RW Masih Terdampak

Senin, 24 Februari 2020 09:42

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Curah hujan ekstrem melanda wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (22/2) malam hingga Minggu (23/2) pagi. Imbas dari itu, genangan di sejumlah jalan raya maupun permukiman tidak bisa dihindari.

Berdasarkan peta sebaran hujan Jabodetabek Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Sabtu (22/2) pukul 07.00 WIB sampai dengan Minggu (23/2) pukul 07.00 WIB, curah hujan ekstrem di atas 150 mm per hari terjadi di 5 stasiun, yaitu Pintu Air Pulo Gadung (241 mm), Manggarai (228 mm), Kelapa Gading (184 mm), Pulomas (182 mm) dan Setiabudi Timur (154 mm).

Sehari sebelumnya curah hujan ekstrem juga terjadi di dua wilayah, yaitu Setiabudi Timur (105 mm) dan Waduk Melati (100-150 mm).

Hingga pukul 18.00 WIB, Minggu (23/2) kemarin terdapat 98 RW terdampak banjir. Angka ini turun 4,6 persen dibanding pada pukul 12.00 WIB, di mana titik genangan terjadi di 125 RW.

Sejauh ini, genangan terbanyak terjadi di wilayah Jakarta Timur. Adapun rincian titik banjir di tuap wilayah adalah Jakarta Pusat (9 RW), Jakarta Utara (32 RW), Jakarta Barat (6 RW), Jakarta Selatan (9 RW), dan Jakarta Timur (42 RW),

“Ketinggian air mencapai 5-30 cm hingga 90-120 cm, penyebabnya adalah curah hujan ekstrem dan tinggi berdasarkan Informasi Curah Hujan dari Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika”, ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Subejo.

Imbas dari munculnya genangan ini, ratusan warga harus mengungsi. “Terdapat 743 KK yang mengungsi. Mereka berada di 27 lokasi pengungsian” tambahnya.

Untuk menanggulangi banjir, Pemprov DKI Jakarta terus bersiaga selama musim penghujan, melalui Satgas Dinas Sumber Daya Air, Satgas Dinas Bina Marga, BPBD, dan PPSU Kelurahan. Pompa mobile telah dikerahkan di titik-titik genangan, petugas juga membersihkan dan melancarkan tali air, membersihkan sampah maupun lumpur di saluran air, agar genangan cepat surut.

Selain itu, petugas gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Kelurahan, Kecamatan, dan Puskesmas tetap disiagakan untuk berjaga terhadap kondisi warga terdampak genangan, menyiapkan lokasi pengungsian, serta menyiapkan kebutuhan logistik dan kesehatan yang dibutuhkan.

Pemprov DKI Jakarta juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu bersiaga dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi pada bulan Februari. Warga diminta berhati-hati dengan bahaya sengatan listrik dan tetap menjaga kebersihan dan kesehatan selama musim penghujan. (jpc/fajar)

Komentar