Deputi Menkopolhukam Beri Kuliah Umum di Departemen HI Unhas

  • Bagikan

Duta Besar Lutfi Rauf memberikan kuliah bertema “Kawasan Asia Tenggara: Potensi Konflik dan Upaya Penyelesaian Secara Damai”. Secara umum, Dubes Lutfi memaparkan tentang konstalasi internasional dan dinamika di kawasan, khususnya Asia Pasifik, dan bagaimana negara-negara Asia Tenggara memainkan peranan.

“Berbeda dengan organisasi regional lainnya, kita memiliki cara yang unik dalam setiap upaya penyelesaian persoalan. Itulah yang kita sebut sebagai ASEAN Way. Saya pernah dikritik oleh wartawan dalam Foreign Correspondent Meeting di Bangkok. Kata wartawan itu, ASEAN Way is No Way. Saya jawab, tidak. ASEAN Way is Our Way,” kata Dubes Lutfi.

Menanggapi berbagai dinamika dan potensi konflik di Asia Tenggara, negara-negara di kawasan dapat menyelesaikannya dengan cara-cara negosiasi. Langkah mengutamakan perdamaian ini disebut sebagai ‘constructive approach’, seperti yang kita tempuh dalam mencari solusi untuk kasus Myanmar.

“Ada yang bilang, kenapa ASEAN tidak mengambil tindakan tegas terhadap Myanmar. Saya sampaikan, Myanmar itu negara yang sudah berpengalaman hidup dalam isolasi. Jika negara itu memutuskan untuk menarik diri bahkan keluar dari ASEAN, kita bisa apa? Yang penting adalah mencari solusi terbaik, tanpa mengorbankan semangat regionalisme,” kata Dubes Lutfi.

Di akhir kuliah umumnya, Dubes Lutfi mengatakan bahwa diplomasi itu memang butuh waktu. Untuk itulah, seorang diplomat harus terbiasa sabar, sambil terus mencari solusi. Dubes Lutfi juga berharap agar pengkaji HI di Indonesia memanfaatkan peluang baru, misalnya dalam isu Indo-Pasifik. (*/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan