Hipertensi, Risiko Gagal Jantung dan Stroke 3 Kali Lipat

Senin, 24 Februari 2020 12:10

Ilustrasi penyakit jantung

FAJAR.CO.ID– Hipertensi yang tidak terkendali dan ditangani dengan tidak tepat akan menyebabkan kerusakan organ tubuh, yaitu pada otak, jantung, mata, ginjal serta pembuluh darah perifer. Kerusakan organ akan menyebabkan kecacatan yang berdampak beban biaya yang tinggi dan menurunnya kualitas hidup penderitanya. Tak hanya itu, hipertensi juga bisa menyebabkan kematian mendadak.

Celakanya, sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari bahwa dirinya telah menderita penyakit tersebut. Riskesdas tahun 2018 mencatat sebanyak 63 juta orang atau sebesar 34,1 persen penduduk di Indonesia menderita hipertensi. Dari populasi hipertensi tersebut, hanya sebesar 8,8 persen terdiagnosis hipertensi dan hanya 54,4 persen dari yang terdiagnosis hipertensi rutin minum obat.

“Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang mengakibatkan meningkatknya angka kesakitan dan kematian serta beban biaya kesehatan. Hipertensi tidak bergejala sangat bisa merusak organ-organ penting antara lain otak, jantung, ginjal, pembuluh darah besar sampai ke pembuluh darah kecil,” kata Ketua Umum InaSH atau Perhimpunan Dokter Hipertensi (PERHI) dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, FINASIM, baru-baru ini di Jakarta.

Diagnosis hipertensi sangat ditentukan oleh Man, Material, Method (3M), dalam hal ini yaitu dokter dan pasien, alat pengukur dan pengukurannya termasuk persiapannya. Pemeriksaan Tekanan Darah di Rumah (PTDR) berperan cukup penting untuk deteksi, diagnosis dan evaluasi terapi yang efektif serta bermanfaat memberikan gambaran variabilitas tekanan darah.

Komentar


VIDEO TERKINI