JPU Sebut Iptu Yusuf Pinjam Uang Rp1 Miliar untuk Bayar Tukin

0 Komentar

ILUSTRASI. (INT)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp1 miliar yang menyeret mantan Bendahara Brimob Polda Sulsel, Iptu Yusuf Purwantoro sebagai terdakwa, Senin (24/2).

Sidang yang ketiga kalinya ini, menghadirkan dua saksi dari pihak pelapor A Wijaya, yakni Hasbullah Sau yang merupakan bendahara dari perusahaan A Wijaya dan Briptu Khaerul Kalam yang merupakan staf bendahara Satuan Brimob Polda Sulsel.

Dalam kesaksiannya, Hasbullah mengaku, pernah memberi uang kepada Iptu Yusuf sesuai arahan A Wijaya, dua tahun lalu, Rp300 juta dan sudah dikembalikan, namun ada pinjaman sebelumnya sebesar Rp1 miliar hingga saat ini belum dikembalikan.
“(Iptu Yusuf) pernah pinjam uang. Sebesar Rp300 juta pada 28 Mei 2018, saya yang serahkan langsung di kantor dan sudah dikembalikan. Tapi pinjaman uang Rp1 miliar yang disampaikan Pak A Wijaya kepada saya sesuai bukti transfer pada 25 Mei 2018 itu belum dikembalikan,” kata Hasbullah saat memberi keterangan di hadapan majelis hakim.

Sementara, Briptu Khaerul Kalam memaparkan, Iptu Yusuf pernah meminjam uang kepada A Wijaya sebesar Rp1,3 miliar dan sebagian diberikan secara tunai di salah satu warkop di Makassar.

“Tapi proses peminjaman saya tidak tahu. Saya tahu Rp1,3 miliar dipinjam Pak Yusuf dari Pak Jaya (A Wijaya). Rp1 miliar ditransfer dan Rp300 juta dikasih langsung,” jelasnya.

Khaerul mengaku, mengetahui terkait peminjaman uang sebesar Rp1,3 miliar secara total tersebut, karena ada percakapan antara Iptu Yusuf dengan A Wijaya.

“Saya tahu senilai Rp1,3 miliar, karena saya mendengar percakapan melalui telepon antara Pak Yusuf dan Pak Jaya, karena saya saat itu jadi sopir dan mendengar percakapan Pak Yusuf dan Pak Jaya,” beberanya.

Pada kesempatan ini, Khaerul juga mengungkapkan fakta lain. Yaitu, Iptu Yusuf meminjam uang ke A Wijaya tersebut atas perintah Kombes Totok Lisdiarto, seorang perwira di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa II Jakarta.

“Yang saya dengar dari percakapan telepon itu, Pak Yusuf disuruh Pak Totok mencarikan dan meminjam uang sebesar Rp1,3 miliar,” ujarnya saat bersaksi menjawab pertanyaan hakim.
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ridwan Sahputra, mengatakan, Iptu Yusuf saat melakukan peminjaman ke A Wijaya mengaku ingin membayar Tunjangan Kinerja (Tukin) anggota Brimob Polda Sulsel pada 2018.

“Pinjaman uang sebesar Rp1 miliar itu, alasannya untuk membayar tunjangan kinerja anggota Brimob Polda Sulsel, tapi nyatanya digunakan untuk urus tanah,” singkatnya.
Ridwan menegaskan, Iptu Yusuf didakwa pasal 378 KUHP atas penggelapan dan penipuan dengan ancaman empat tahun penjara.

Sidang dipimpin ketua Zulkifli didampingi Heyneng dan Suratno tersebut berjalan singkat di ruang Bagir Manan, karena salah satu saksi dari JPU berhalangan hadir dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengar keterangan saksi. (raksul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...