KPK Hentikan 36 Kasus Korupsi, Adnan Topan: Ini Semacam Sesuatu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, kepercayaan publik terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan merosot. Terlebih, KPK belum lama ini mengumumkan penghentian 36 perkara korupsi dalam tahap penyelidikan.

Koordinator ICW Adnan Topan menyampaikan, ketidakpercayaan itu semakin kuat lantaran publik melihat langkah lembaga antirasuah yang kontradiktif. Bahkan, tidak ada kemajuan dari penanganan kasus yang ditangani KPK.

“Semakin blunder karena pada saat yang sama kerja KPK dengan pimpinan yang baru, belum menunjukkan kinerja di dalam penegakkan hukumnya,” kata Adnan dikonfirmasi, Senin (24/2).

Menurutnya, KPK yang dikomandoi Firli Bahuri cs hanya menangani dua kasus yaitu dugaan suap yang melibatkan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa yang menyeret Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah.

Dia memandang, saat ini publik tak melihat ada perkembangan terhadap kasus baru yang ditangani KPK. Namun, di saat yang sama, KPK justru mengumumkan telah menghentikan penyelidikan 36 kasus.

“Ini semacam sesuatu yang dianggap kontradiktif,” sesal Adnan.

Adnan memandang, merupakan strategi yang keliru jika pengumuman penghentian kasus diumumkan ke publik, dianggap sebagai salah satu untuk meningkatkan kepercayaan. Namun justru akan mengurangi kepercayaan publik terhadap KPK.

“Kalaupun KPK evaluasi strategi ini, misalnya ke depan tidak lagi menyampaikan, publik akan tanya lagi kok kemarin ngomong sekarang tidak. Jadinya serba salah, blunder,” pungkas Adnan. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...