Parpol Sandera Kandidat, Sikap Golkar Banyak Ditunggu

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Sejumlah parpol memasang nama tertentu sebagai pendamping calon usungan. Hal ini dinilai menyandera kandidat.

Beberapa partai mengajukan orang atau kader internal sebagai 02 atau bakal calon wakil wali kota sebagai bagian dari bargaining rekomendasi. PDIP dan Golkar di antaranya.

Di Golkar, misalnya, sempat beredar nama putra Nurdin Halid, Andi Muhammad Zunnun Armin Nurdin Halid didorong mendampingi Moh Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto (DP). Untuk Pilwalkot Makassar, Golkar Sulsel mengirim tiga nama ke DPP: Danny, Syamsu Rizal (Dengnan Ical), dan Irman Yasin Limpo (None).

Sementara PDIP, lebih awal mendorong Yagkin Padjalangi dan Taufiqqul Hidayat Ande Latief (dr Onasis) sebagai salah satu konsiderasi usungan Pilwalkot Makassar. Namun, dengan model "menyandera" kandidat dengan sosok internal, dianggap justru melemahkan usungan.

"Dan pada akhirnya, keputusan seperti itu tidak cukup untuk memenangkan kontestasi," urai pengamat politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto, kemarin.

Khusus untuk Golkar, ia menyarankan partai berlambang pohon beringin itu belajar dari pengalaman Pilwalkot 2013. Upaya pimpinan mengakomodasi kepentingan kerabat terdekat (Zunnu Nurdin Halid) tanpa rasionalitas elektoral hanya akan mengurangi soliditas partai dan mengecewakan figur internal.

Pekan Depan

Jika jadi, Golkar merupakan partai ketiga yang mengumumkan usungan untuk Makassar. Rencananya, pekan depan nama usungan itu sudah ada. Artinya, salah satu dari Danny, None, Ical, plus Munafri Arifuddin (yang namanya dimasukkan kembali), berpeluang mendapatkannya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...