Parpol Sandera Kandidat, Sikap Golkar Banyak Ditunggu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah parpol memasang nama tertentu sebagai pendamping calon usungan. Hal ini dinilai menyandera kandidat.

Beberapa partai mengajukan orang atau kader internal sebagai 02 atau bakal calon wakil wali kota sebagai bagian dari bargaining rekomendasi. PDIP dan Golkar di antaranya.

Di Golkar, misalnya, sempat beredar nama putra Nurdin Halid, Andi Muhammad Zunnun Armin Nurdin Halid didorong mendampingi Moh Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto (DP). Untuk Pilwalkot Makassar, Golkar Sulsel mengirim tiga nama ke DPP: Danny, Syamsu Rizal (Dengnan Ical), dan Irman Yasin Limpo (None).

Sementara PDIP, lebih awal mendorong Yagkin Padjalangi dan Taufiqqul Hidayat Ande Latief (dr Onasis) sebagai salah satu konsiderasi usungan Pilwalkot Makassar. Namun, dengan model “menyandera” kandidat dengan sosok internal, dianggap justru melemahkan usungan.

“Dan pada akhirnya, keputusan seperti itu tidak cukup untuk memenangkan kontestasi,” urai pengamat politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto, kemarin.

Khusus untuk Golkar, ia menyarankan partai berlambang pohon beringin itu belajar dari pengalaman Pilwalkot 2013. Upaya pimpinan mengakomodasi kepentingan kerabat terdekat (Zunnu Nurdin Halid) tanpa rasionalitas elektoral hanya akan mengurangi soliditas partai dan mengecewakan figur internal.

Pekan Depan

Jika jadi, Golkar merupakan partai ketiga yang mengumumkan usungan untuk Makassar. Rencananya, pekan depan nama usungan itu sudah ada. Artinya, salah satu dari Danny, None, Ical, plus Munafri Arifuddin (yang namanya dimasukkan kembali), berpeluang mendapatkannya.

Sikap dan arah dukungan Golkar di Pilwakot Makassar banyak ditunggu. Sebagai partai yang memiliki 5 kursi maka keputusan Golkar bisa menjadi penentu dan melengkapi kandidat untuk bisa maju bertarung.

Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid, menyatakan akan mengumumkan arah dukungan partainya pada awal Maret untuk seluruh daerah yang melaksanakan Pilkada serentak. Termasuk di Sulsel.

“Insyaallah kandidat usungan Golkar akan diserahkan Ketua Umum langsung pada 7 Maret,” beber Nurdin.

Terkait dukungan Golkar yang menguat ke Danny Pomanto, Nurdin menyatakan, pihaknya sudah mengirim tiga nama ke DPP. “Sekarang semua dalam proses di DPP,” papar mantan Ketum PSSI itu.

Soal arah koalisi Golkar untuk menggandeng Partai Nasdem (Danny Pomanto) pada Pilwalkot Makassar, ia memberikan sinyal peluang itu ada. “Kenapa tidak (Golkar berkoalisi Nasdem). Insyaallah,” jelasnya.

Syarat untuk maju di jalur partai harus mampu mendapatkan 10 kursi partai. Sementara Golkar di Makassar memiliki lima kursi. Jika akhirnya memilih berkoalisi dengan Nasdem yang memiliki enam kursi dalam mengusung Danny, maka syarat sudah terpenuhi.

Hanya saja, Golkar juga memiliki kader yang namanya diajukan ke DPP, yakni Syamsu Rizal. Menurut Andi Luhur Priyanto, di berapa potret survei, posisi elektabilitas Deng Ical cukup prospektif dan tidak terpaut jauh dengan Danny.

Ajak Gabung

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Makassar, Andi Rachmatika Dewi menegaskan, Nasdem telah menentukan sikap dengan mendorong kader mereka, Danny, untuk bertarung di Pilwalkot Makassar. Wanita yang akrab disapa Cicu ini mengajak partai lain juga segera menentukan sikap. Memilih kandidat yang akan mereka usung.

“Tentu harapan kami, partai lain ambil sikap misalnya juga tertarik ikut bergabung mendukung Pak Danny Pomanto,” katanya.

Seleksi Hanura

Partai Hanura juga mulai mengundang kandidat calon kepala daerah dan wakil kepala daerah ke DPP pekan ini. Mereka akan mengikuti proses fit and proper test di Jakarta. Proses tersebut akan dimulai pada Selasa, 25 Februari mendatang. Calon incumbent di Luwu Timur, Thorig Husler akan mendapat kesempatan pertama.

Sekretaris DPD Hanura Sulsel, Arfandi Agusman menjelaskan, selain Luwu Timur, di hari pertama nanti pihaknya juga memanggil dua calon dari daerah Bulukumba. Mereka adalah Tomy Satria Yulianto dan Hilmi.

Kemudian sehari setelahnya ada kandidat bupati Luwu Utara (petahana) Indah Putri Indriani serta Arsyad yang juga akan diundang. Begitu pun dengan beberapa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah lain di Sulsel.

“Khusus Makassar nanti 27 Januari. Ada empat calon yang kami undang, yakni Moh Ramdhan Pomanto, Syamsu Rizal, Irman Yasin Limpo, dan Munafri Arifuddin. Nah, nanti kita lihat keempatnya hadir atau tidak,” bebernya.

Dia menjelaskan, tahapan ini wajib dilalui para calon. “Tim pilkada pusat masih ingin menggali program-program para kandidat. Siapa yang akan didukung, juga akan terlihat dari proses dan tahapan ini,” tambahnya.

Tahap II

Sementara di PDIP, DPP kembali mengagendakan jadwal pengumuman tahap II calon kepala daerah dan wakil kepala daerah akan akan didukung pada pilkada serentak 2020 mendatang. Ada beberapa kandidat yang akan diumumkan dari Sulsel.

Informasi yang dihimpun FAJAR, Makassar dan Luwu Utara akan masuk pada agenda pengumuman tahap II yang dilakukan 3 Maret mendatang. Pekan ini para kandidat akan dipanggil ke pusat, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai calon yang didukung oleh parpol pemenang pemilu tersebut.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto mengatakan, belum bisa memastikan berapa jumlah yang akan diumumkan di tahap II. Hanya saja untuk kota besar seperti Makassar, akan berbarengan dengan sejumlah daerah lain di Jawa.

Dua nama mengemuka untuk didukung oleh PDIP, yakni Moh Ramdhan Pomanto dan Irman Yasin Limpo. Hanya saja, Bambang enggan memberi komentar soal siapa yang berpeluang untuk bisa didukung PDI Perjuangan. (abd-ful/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...