Rano Karno Diingatkan Hakim Soal Ancaman Pidana Keterangan Palsu

Senin, 24 Februari 2020 17:51

Mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno bersaksi untuk terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Topikor) Jakarta, Senin (24/2). (Muhammad Ridwan/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Majelis hakim pengadilan negeri tindak pidana korupsi Jakarta mengingatkan mantan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno soal acaman pidana jika memberikan keterangan palsu di persidangan. Sebab dalam persidangan, Rano mengaku tak mengatahui soal aliran uang terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang masuk ke kantong pribadinya.

Pasalnya sejumlah saksi yang juga mantan kepala dinas Pemerintah Provinsi Banten mengakui pernah memberikan uang kepada Rano. Bahkan ada beberpa saksi yang mengungkap adanya permintaan uang dari Rano. “Semua keterangan itu dibawah sumpah,” kata Hakim Ni Made Sudani di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (24/2).

Majelis hakim pun mengingatkan agar anggota DPR RI Komisi X itu tak memberikan keterangan palsu di persidangan. Karena terdapat ancaman pidana terkait pemberian keterangan palsu di persidangan.

“Saudara jangan berbohong, saudara sudah disumpah, ada acaman pidana jika saudara memberikan kesaksian tidak benar disini,” tegas Hakim Ni Made Sudani. “Siap yang mulia,” timpal Rano.

Bahkan saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperlihatkan floating anggaran Pemerintah Provinsi Banten dia pun tak memgetahui hal tersebut. “Saya bahkan baru tahu soal floating anggaran ini,” jelas Rano.

Sebelumnya, politikus PDI Perjuangan ini membantah adanya aliran Rp 1,5 miliar ke kantong pribadinya. Dugaan aliran uang ini dikonfirmasi Jaksa KPK terkait keterangan mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama, Ferdy Prawiradiredja. “Keterangan Ferdy di periksa di persidangan dia mengaku pernah memberikan uang Rp 1,5 miliar?” telisik Jaksa KPK.

Komentar


VIDEO TERKINI