Siap Rp10 Miliar, Pemprov Sulsel Tak Ingin RPH Tamangapa Mangkrak

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Rencana renovasi Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa dimatangkan. Pemprov Sulsel tak ingin proyek ini mangkrak.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Azis menuturkan, rencana modernisasi RPH Tamangapa sebenarnya sudah sedikit lambat. Pihaknya sebenarnya berharap tender fisik sudah bisa berjalan bulan depan. Namun desain belum disepakati.

“Desain ini memang kita libatkan semua pihak terkait. Termasuk para tukang potong hewan atau jagal. Desainnya belum final,” ungkapnya, Minggu, 23 Februari.

Azis menambahkan, pihaknya tak ingin setelah dibangun, proyek RPH ini jadi terbengkalai. Sesuai instruksi wagub, semua pihak yang terkait termasuk pengguna RPH harus dilibatkan sejak awal mulai dari proses desain bangunan.

Di banyak daerah, proyek RPH mangkrak karena tidak ada tukang jagal mau masuk. Mereka tidak setuju dengan pembagian tempat.

“Kita tidak mau itu terjadi. Kita rapat ini sampai tiga kali soal desain. Proyek RPH ini tidak boleh mangkrak. Alhamdulillah, para tukang potong hewan atau jagal sudah memberikan sinyal setuju,” bebernya.

Anggaran pemprov sebenarnya sudah siap. Namun sulit ditender bila desain belum disepakati. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp10 miliar.

“Ini untuk bangunan utama. Kita harap bisa segera tayang lelangnya. Sehingga segera operasi akhir tahun ini,” tukasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando menambahkan RPH setelah direnovasi akan terintegrasi dengan pasar ternak. Termasuk di dalamnya untuk unggas bahkan termasuk pasar hobi.

Semua usaha ternak akan direlokasi ke Tamangapa. “Impian kita ke depan, tak ada lagi usaha ternak dalam kota. Baik hewan potong, hewan peliharaan, ikan hias semuanya satu lokasi. Jadi kota juga lebih tertata dan bersih,” bebernya.

Bahkan nanti akan ada industri pengolahan daging beku. (fik/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...