Ada Suara Desak Ahok Mundur di Pertamina, Ini Komentar Luhut Binsar Pandjaitan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Dalam aksi 212 pada Jumat (21/2) kemarin, terdapat seruan yang ditujukan kepada Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mundur dari jabatannya. Hal ini lantaran, pria yang lahir di Bangka Belitung itu disebut banyak terlibat kasus korupsi.

Berbeda dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, ia menyebutkan bahwa Ahok lah yang banyak mempublikasikan kasus-kasus tersebut. Bahkan, dirinya mengaku senang atas bergabungnya Ahok ke dalam tubuh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Dia dituduh korupsi? Ya kalau saya boleh cerita malah pak Ahok itu yang menemukan banyak sekali masalah-masalah yang mau diperbaiki di Pertamina. Kita bersyukur ada pak Ahok,” ungkapnya di kantornya, Jakarta, Selasa (25/2).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun turut bicara akan hal tersebut. Jika sempat ada aksi demonstrasi 212 meminta agar Ahok diturunkan dari kursi Komisaris Utama Pertamina, Erick menanggapi pemintaan itu merupakan hal yang wajar. Hal itu bagian dari demokrasi.

“Era Indonesia sekarang kan era demokrasi. Ketika ada sebagian kelompok yang mengemukakan pendapat bahwa ada ketidakpuasan, itu ya normal-normal saja,” tuturnya di Kantor Pertamina, Jakarta, Sabtu (22/2).

Seperti diketahui, pada aksi tersebut, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara berorasi untuk meminta Ahok turun dari jabatannya. Bahkan, disebutkan bahwa Ahok terlibat dalam 6 kasus korupsi yang ada di Indonesia. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...