JPU Sakit, Tuntutan Kasus Cek Kosong Ditunda

Suasana Sidang Cek Kosong di PN Makassar, Senin, 10 Februari lalu. (EDWARD/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sidang lanjutan kasus cek kosong dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar batal digelar. Pasalnya, kasus yang mendudukan Natalia Fadli sebagai terdakwa tidak bisa dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel, Rahmawati Azis sakit.

Kepala Seksi Pidana Umum Orang dan Harta Benda (Kasi Oharda) Kejati Sulsel, Andi Irfan membenarkan hal tersebut. Pihak JPU telah berkoordinasi dengan pihak panitera PN Makassar untuk meminta sidang di undur satu pekan.

“Tadi JPU sudah melapor dan disetujui. Sehingga sidang kembali diagendakan Selasa 4 Maret,” kata Andi Irfan, Selasa (25/2/2020).

Lebih lanjut, mantan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Makassar Pelabuhan menuturkan rencana penuntutan (rentut) kasus cek kosong sudah rampung. Namun karena JPU Sakit sehingga belum diambil.

“Semoga JPU bisa sembuh cepat, sehingga pekan depan sudah bisa sidang. Untuk tuntutan pastinya saya belum tahu, tetapi yang pasti berdasarkan fakta persidangan,” ucapnya.

Humas PN Makassar, Doddy Hendrasakti menyampaikan, penundaan sidang bisa dilakukan jika salah satu perangkat sidang tidak lengkap. Termasuk jika JPU berhalangan hadir.

“Bagaimana bisa dilakukan pembacaan tuntutan jika JPU tidak hadir, sedangkan yang baca adalah dia. Jadi tidak salah jika ditunda,” tambahnya.

Hasil penelusuran Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Makassar, kasus ini berawal dari laporan Henry Sumitomo ke Polda Sulsel. Natalia Fadli dilaporkan karena diduga melakukan penipuan dengan pemberian cek kosong atas jasa sewa alat berat dengan.

Pelapor dirugikan sebesar Rp988 juta. Dalam situs dikatakan terdakwa dijerat dengan pasal berlapis. Dakwaan primer pasal 378 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan dakwaan skunder pasal 372 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (edo)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...