Kemelut Malaysia Berefek ke Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Politik Malaysia guncang. Keputusan Mahathir Mohamad mundur, akan memberi dampak luas, termasuk ke Sulsel.

AKAN tetapi, Mahathir tetap ditunjuk Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, untuk memerintah. Menjadi perdana menteri sementara (ad interim) di tengah kemelut politik.

Raja Malaysia menugaskan Mahathir membentuk pemerintahan baru. Tanpa melibatkan Anwar Ibrahim yang dijanjikan untuk menggantikannya. Penunjukkan itu dilakukan beberapa jam setelah Mahathir menyerahkan surat pengunduran diri kepada raja. Mahathir akan menjabat sebagai perdana menteri sementara sekitar 10 hari ke depan.

Pengamat Hubungan Internasional (HI) Unhas, Darwis, mengatakan keputusan Mahathir mundur memang cukup menyentak. Namun, langkah itu sebagai bentuk komitmen. Memang ada kesepakatan saat membentuk koalisi Pakatan Harapan (PH) untuk berbagi masa jabatan.

"Itu untuk memuluskan Anwar Ibrahim, partner koalisi untuk menggantikannya. Memang ada perubahan konstelasi. Apalagi, Partai Bersatu yang memimpin koalisi PH mundur. Namun, keputusan politik juga tetap ada peran Raja," ungkapnya kepada FAJAR, Senin, 24 Februari.

Ketua Prodi HI FISIP Unhas ini melanjutkan, keputusan Mahathir ini memang membuat koalisi besar PH jadi retak. Selama ini memang salah satu masalah utama di internal koalisi terkait kesepakatan pemindahan kekuasaan dari Mahathir kepada Anwar.

Sejumlah faksi di koalisi PH bersikap berseberangan. "Ada yang mendesak Mahathir untuk segera mengundurkan diri. Sedangkan lainnya meminta hal itu tidak perlu dibahas karena menjadi kewenangan penuh Mahathir," beber doktor jebolan Universiti Kebangsaan Malaysia ini.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi


Comment

Loading...