Kemelut Malaysia Berefek ke Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Politik Malaysia guncang. Keputusan Mahathir Mohamad mundur, akan memberi dampak luas, termasuk ke Sulsel.

AKAN tetapi, Mahathir tetap ditunjuk Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, untuk memerintah. Menjadi perdana menteri sementara (ad interim) di tengah kemelut politik.

Raja Malaysia menugaskan Mahathir membentuk pemerintahan baru. Tanpa melibatkan Anwar Ibrahim yang dijanjikan untuk menggantikannya. Penunjukkan itu dilakukan beberapa jam setelah Mahathir menyerahkan surat pengunduran diri kepada raja. Mahathir akan menjabat sebagai perdana menteri sementara sekitar 10 hari ke depan.

Pengamat Hubungan Internasional (HI) Unhas, Darwis, mengatakan keputusan Mahathir mundur memang cukup menyentak. Namun, langkah itu sebagai bentuk komitmen. Memang ada kesepakatan saat membentuk koalisi Pakatan Harapan (PH) untuk berbagi masa jabatan.

“Itu untuk memuluskan Anwar Ibrahim, partner koalisi untuk menggantikannya. Memang ada perubahan konstelasi. Apalagi, Partai Bersatu yang memimpin koalisi PH mundur. Namun, keputusan politik juga tetap ada peran Raja,” ungkapnya kepada FAJAR, Senin, 24 Februari.

Ketua Prodi HI FISIP Unhas ini melanjutkan, keputusan Mahathir ini memang membuat koalisi besar PH jadi retak. Selama ini memang salah satu masalah utama di internal koalisi terkait kesepakatan pemindahan kekuasaan dari Mahathir kepada Anwar.

Sejumlah faksi di koalisi PH bersikap berseberangan. “Ada yang mendesak Mahathir untuk segera mengundurkan diri. Sedangkan lainnya meminta hal itu tidak perlu dibahas karena menjadi kewenangan penuh Mahathir,” beber doktor jebolan Universiti Kebangsaan Malaysia ini.

Koaliasi PH memang dipimpin Mahathir dengan menggandeng Anwar Ibrahim. Pada Pemilu Malaysia 2018, Pakatan Harapan bisa mengakhiri dominasi koalisi Barisan Nasional yang dipimpin Partai UMNO yang berkuasa selama 60 tahun.

“Mayoritas publik Malaysia sebenarnya masih pro-Mahathir. Bisa meruntuhkan kejayaan perdana menteri saat itu Najib Razak,” terangnya.

Kemelut politik Malaysia pun diharap tidak berkepanjangan. Kata Darwis, efeknya bisa saja merembet ke sektor sosial hingga ekonomi. Termasuk ke Indonesia sebagai negara tetangga dan serumpun.

“Sulsel juga tentu terdampak. Kita punya TKI di sana. Belum lagi kita ada kerja sama dagang, ekspor Sulsel ke Malaysia juga ada. Kita harap kemelut politik cepat mereda,” harapnya.

RI-Malaysia Renggang

Pengamat HI Unhas, Partice Lumumba mengatakan, mundurnya Mahathir Mohamad sebagai PM Malaysia membawa kekecewaan berat terhadap Anwar Ibrahim. Pasalnya, Mahatir dengan berani membentuk koalisi baru.

“Ternyata Mahathir membentuk semacam koalisi baru. Pakatan Harapan dan melibatkan UMNO, partainya Najib yang ditangkap,” kata Patrice, malam tadi.

Patrice menilai, apa yang dilakukan Mahathir ini adalah permainan politik kotor. Kata dia, dari awal memang sudah ada kecurigaan saat Mahathir mulai menjabat sebagai PM Malaysia.

“Jadi dari awal sebenarnya ketika istrinya Najib dijadikan timpalan atau Wakil Perdana Menteri itu memang sudah ada semacam kecurigaan bahwa bukan Anwar Ibrahim yang mewarisi,” terangnya.

Padahal, ada kesepakatan untuk saling roling dengan Anwar Ibrahim saat pemilu dulu. “Jadi dua tahun Mahathir dan dua tahun Anwar Ibrahim. Tetapi ternyata lain. Bukan diestafet dengan Anwar Ibrahim, tetapi membentuk koalisi lain,” papar Patrice.

Yang menjadi pertanyaan saat ini, kata dia, siapa orang yang akan mewarisi kedudukan PM Malaysia. Menurutnya, kemungkinan adalah orang yang moderat seperti Mahathir atau “anti-Melayu”.

“Kalau kedekatan Indonesia yah tetap renggang karena dia mengakui suku Bugis sebagai ‘perampok’ dan lain-lain. Berbeda dengan Anwar Ibrahim yang muslim melayu,” ungkapnya.

Patrice yakin, Mahathir tidak akan mundur bila yang mewarisi bukan merupakan orang dekatnya. Hal itu agar Mahathir tetap bisa melakukan pengontrolan, meski bukan dari keturunannya sendiri.

“Prediksi saya akan kacau di Negeri Malaysia dan secara regional Asia Tenggara. Malaysia itu cukup besar dan cukup berpengaruh,” pungkasnya.

Kabinet Bubar

Dengan Mundurnya Mahathir, seluruh kabinetnya pun bubar. Selanjutnya, kabinet baru akan dibentuk sembari menunggu PM baru. Dengan demikian, jabatan wakil perdana menteri, menteri, wakil menteri, serta sekretaris politik, pun ikut bubar.

Pembubaran kabinet dilakukan Raja Malaysia setelah menyetujui pengunduran diri Mahathir usai pertemuan 90 menit di istana, Senin, 24 Februari. “Terkait dengan hal tersebut, tugas anggota pemerintahan sudah berakhir,” kata Kepala Sekretaris Pemerintah Malaysia, Mohamed Zuki Ali, dilansir Free Malaysia Today.

Rekan Mahathir, Anwar Ibrahim, mengaku surat pengunduran diri kepada raja Malaysia setelah pembicaraan akhir pekan antara sejumlah anggota koalisi berkuasa dan kelompok oposisi mengenai pembentukan pemerintahan baru yang akan mengecualikan Anwar.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, di 94 pemimpin tertua di dunia, mengajukan pengunduran dirinya kepada raja pada 24 Februari 2020. (Foto: Mohd RASFAN / AFP)

“Mahathir yang mengundurkan diri tak berencana untuk menggandeng siapa pun dari koalisi berkuasa sebelumnya,” jelas Anwar Ibrahim.

Setelah bertemu Mahathir, Anwar menjelaskan, Mahathir menegaskan kembali tak terlibat di dalam masalah koalisi. Terutama rencana koalisi dengan UMNO. “Dia memperjelas bahwa ia sama sekali tak akan bekerja dengan mereka yang terkait dengan rezim sebelumnya,” jelas Anwar.

Mahathir Mohamad, juga telah mengajukan pengunduruan diri sebagai Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu). Pada saat yang sama, Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) juga menyatakan keluar dari Koalisi Pakatan Harapan yang telah mengantarkan Mahathir sebagai PM Malaysia ketujuh.

“Majelis Pimpinan Tertinggi Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) dalam musyawarah khusus yang diadakan pada 23 Februari 2020 telah membuat keputusan untuk keluar dari Pakatan Harapan,” kata Presiden Bersatu, Muhyiddin bin Mohd Yassin.

Dia mengatakan semua anggota parlemen dari Partai Bersatu juga keluar Pakatan Harapan. ”Semua mereka telah menandatangani akuan bersumpah untuk terus mendukung dan memberi kepercayaan kepada Tun Dr Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri Malaysia,” katanya.

Akuan bersumpah merupakan surat pernyataan yang digalang pendukung Mahathir di parlemen untuk mendapatkan suara mayoritas parlemen agar Mahathir bisa menduduki jabatan perdana menteri hingga akhir jabatan selama lima tahun.

Muhyiddin mengatakan keputusan tersebut dibuat dengan mengikuti perkembangan politik saat ini dan masa depan negara. Koalisi Pakatan Harapan merupakan gabungan dari PKR, Bersatu, DAP dan Partai Amanah.

Gejolak mundurnya Mahatir, memang sudah diprediksi setelah adanya pertemuan antara Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim, Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail dan Ketua DAP Lim Guan Eng dengan Mahathir Mohamad di kediamannya di Seri Kembangan.

Menurut informasi yang dihimpun, peletakan jabatan tersebut diduga berkaitan dengan pergolakan politik yang terjadi dalam koalisi Pakatan Harapan (PH) sejak musyawarah Majelis Presiden, pekan lalu.

Sementara pada Minggu malam, pimpinan partai politik Koalisi Pakatan Harapan pendukung Mahathir mengadakan pertemuan dengan partai oposisi Koalisi Barisan Nasional (BN) namun tidak ada pernyataan resmi setelah pertemuan tersebut.

Pertemuan dilakukan sehari setelah pertemuan Majelis Presiden Pakatan Harapan di Yayasan Kepemimpinan Perdana Putrajaya yang dipimpin Mahathir. Dalam pertemuan yang juga dihadiri Presiden PKR Anwar Ibrahim disepakati Mahathir akan menyerahkan jabatannya sebagai PM usai pertemuan APEC November 2020. Untuk tanggalnya, diserahkan ke Mahathir.

Pertemuan Sheraton dihadiri sejumlah menteri pro-Mahathir seperti Menteri Perekonomian Azmin Ali yang juga Wakil Ketua PKR. Sedangkan dari partai oposisi nampak Presiden UMNO Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi, mantan Menteri Olahraga dari UMNO Khairy Djamaludin, Presiden PAS Datuk Seri Haji Awang, bekas Wakil Presiden UMNO, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein serta Wakil MCA Datuk Dr Mah Hang Soon dan Datuk Chong Sin Woon.

Pertemuan tersebut disebut-sebut untuk menggalang dukungan parlemen ke Mahathir agar kekal menjadi perdana menteri hingga akhir jabatan. Sebelumnya Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) juga mengadakan musyawarah khusus di sekretariat Menara Yayasan Selangor di Petaling Jaya.

Mahathir enggan memberi jawaban ketika perdana menteri berusia 94 tahun itu diserbu wartawan saat meninggalkan tempat tersebut. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...