Rangkul Produsen Kopi Kalosi Masuk Pasar Internasional, Pertamina Bantu Permodalan

Selasa, 25 Februari 2020 22:43

Kopi Kalosi tergolong kopi yang memiliki sejarah panjang lantaran sudah terkenal sejak jaman penjajahan Belanda.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ibu Suryani tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Wanita berusia 60 tahun ini sumringah. Permohonan modal kerja usahanya yang diajukan lewat Program Kemitraan (PK) disetujui PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII.

“Saya ajukan pinjaman Rp 50 juta,” ujarnya penuh bahagia, Selasa (25/2).

Ibu Suryani adalah pemilik usaha kopi asal Enrekang, Sulawesi Selatan. Dengan bendera UKM Maghfira Baroko yang sudah ditekuninya belasan tahun, tahun ini ia kembali mengajukan pinjaman bergulir sangat lunak melalui program kemitraan Pertamina.

Sebuah program pemberian modal usaha bergulir dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi sektor usaha mikro, kecil dan menengah.

Sebetulnya, ini bukan kali pertama Suryani mengajukan program serupa. Sekitar enam tahun lalu, ia pernah mengajukan program pinjaman sangat lunak ini ke Pertamina juga.

Waktu itu ia mengajukan Rp 30 juta. Bahkan, tiga tahun lalu, setelah pengajuan PK pertama lunas, ia kembali mengajukan PK kedua kalinya dan mendapat pinjaman Rp 50 juta.

Berbekal modal dari Pertamina itulah, Suryani mengaku usahanya tumbuh pesat. Dari yang semula menggunakan alat sederhana dengan produksi 5 kg kopi/minggu, kini pabrik kopinya yang sudah dilengkapi mesin roasted lumayan canggih mampu memproduksi hingga 1 ton dalam satu bulan.

“Dulu tidak punya pekerja, sekarang punya 6 karyawan. Bahkan kalau lagi musim panen kopi, bisa 30 karyawan,” jelasnya.

Komentar