Rp329 Triliun Digelontorkan, Dana Desa Harus Meningkatkan Taraf Ekonomi Warga

0 Komentar

Luthfy Latief

Fajar.co.id — Kegiatan Sosialisasi dan rapat kerja percepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa dilaksanakan di Hotel Four Point by Sheraton, Selasa (25/2/2020).

Acara tersebut dibuka secara resmi Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka percepatan penyaluran dan pengelolaan Dana Desa Tahun 2020.

Rapat kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa, dihadiri 2700 peserta. Hadir juga darui Forkopimda se-Sulawesi Selatan yaitu Kapolda, Kajati, Bupati, Kapolres, Kajari, Kepala Inspektorat, Kadis Pengelola Keuangan, Kadis PMD, Camat, dan Kades se-Sulawesi Selatan.

Direktur Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Luthfy Latief, menyampaikan bahwa penggunaan Dana Desa harus diprioritaskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

“Program tersebut dapat berupa peningkatan kualitas hidup, peningkatan kesejahteraan, penanggulangan kemiskinan, serta peningkatan pelayanan publik,” kata Luthfy Latief.

Penyaluran Dana Desa Sejak 2015 hingga 2019, pemerintah telah menggelontorkan Rp257 triliun. Dan, di tahun 2020, dialokasikan Rp72 triliun. Sehingga total keseluruhan mencapai angka Rp329 triliun.

Luthfy juga mengatakan, pemanfaatan telah dibangun 231.709 km jalan desa, 10.480 unit pasar desa, 4.859 embun, 993.764 unit air bersih, dan masih banyak lagi yang lainnya, yang semuanya diikhtiarkan untuk kesejahteraan masyarakat desa.

“Jadi, Dana Desa juga memberikan dampak bagi peningkatan perkapita perdesaan, serta pengurangan tingkat pengangguran terbuka di desa dan kawasan pedesaan,” ujar Luthfy Latief. (Fadly)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...