Selalu Dicibir Bikin Macet Jalan, Begini Cerita Pak Ogah yang Hidup di Jalanan

Selasa, 25 Februari 2020 22:06

Pak Ogah sedang mengatur kendaraan yang ingin putar arah di jalan Sultan Alauddin. (Foto: M Ishak/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Hidup bergantung pada jalanan memanglah tidak enak. Berbeda dengan orang kantoran. Berpakaian rapih, dan kerja di ruangan ber-AC.

Hampir di setiap jalanan Kota Makassar, keberadaan pak Ogah selalu terlihat. Mereka mencari rezeki dari belas kasih pengendara.

Meski nyawa menjadi taruhan, tidak membuat semangat pak Ogah redup untuk mendapat serpihan rezeki dari pengendara yang ingin melintas.

Salah satu pak Ogah bernama Amir. Dia bersama teman-temannya selalu hadir membantu pengendara yang ingin putar arah, di titik yang telah disediakan.

Untuk menghidupi istri dan enam orang anaknya, dia harus mencari penghasilan tambahan. Menjadi pak Ogah, adalah jalan yang terbaik.

“Dalam sehari kadang dapat Rp300 ribu per bulan. Jumlah itu tentu akan jauh berkurang, kalau saya dan teman saya sama-sama ikut mengatur kendaraan yang mau putar,” katanya kepada Fajar.co.id, Selasa (25/2/2020).

Dengan jumlah itu, menurut dia, adalah jumlah yang tidak cukup. Uang yang didapat dari hasilnya sebagai pak Ogah, akan dipakai untuk membeli makanan, dan menghidupi sekolah anak-anaknya.

Sulit bagi dirinya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya itu, untuk ditabung. Uangnya itu habis dipakai menutupi kebutuhan sehari-hari.

“Jumlah memang begitu kalau saya sendiri. Hasilnya tentu akan dipakai beli makanan, dan untuk anak-anak saya juga,” ujarnya.

Komentar


VIDEO TERKINI