Deviden Cashback

Rabu, 26 Februari 2020 08:05

Itulah hasil penelitian mendalam perkumpulan mahasiswa calon doktor Universitas 11 Maret Solo.

Itu pula tesis desertasi doktor Sugeng Edi Waluyo di Universitas 11 Maret.

Dr Edi lantas mendirikan perkumpulan mahasiswa calon doktor itu. Lalu mendirikan Seknas BUMP –semacam konsultan untuk kelembagaan bidang pertanian.

Seknas itulah yang menjadi pembina di PT Pengayom. Lewat kepemilikan sahamnya yang 5 persen.

”Koperasi sebenarnya baik,” ujar Dr. Edi Waluyo. ”Tapi koperasi sulit bekerja sama dengan partner swasta. Apalagi asing,” tambahnya.

Bukan, koperasinya yang tidak mau, tapi partnernya yang umumnya enggan.

Padahal, untuk bisa tumbuh besar kadang diperlukan partnership.

Belum lagi citra koperasi yang saat ini sudah terlalu terkait dengan instansi pemerintah. Yakni dinas koperasi di daerah. Koperasi juga sudah kurang mandiri. Terlalu tergantung pada bantuan dan fasilitas.

Itu yang tidak akan terjadi kalau bentuknya PT.

Misalnya PT Pengayom di desa Kebon Agung itu. Tidak pernah mendapat bantuan pemerintah. Toh bisa terus berkembang.

Bahkan sudah bisa ekspor beras organik ke Amerika, Singapura, dan Prancis.

Saya sampai membeli beberapa jenis beras produksi PT ini. Akan saya tulis di DI’s Way edisi berikutnya. Kapan-kapan.

Memang peralatan di pabrik beras PT Pengayom tidak sehebat yang ada di Bulog. Yang serba impor itu.

Komentar


VIDEO TERKINI