Di Tangan Lampard, Kandang Chelsea Tak Lagi Angker

Ekspresi kecewa Frank Lampard dan Jorginho usai dibabat Bayern Munchen di The Bridge/Getty Images

FAJAR.CO.ID, LONDON—Chelsea menelan hasil buruk di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Menghadapi Bayern Munchen, mereka kalah 0-3 dan terancam tidak bisa lolos ke babak delapan besar.

Bagi Chelsea sendiri, hasil minor di Stamford ini membuat rekor kandang mereka semakin buruk. Seperti diketahui, ini adalah kekalahan kedelapan mereka di kandang sendiri di semua kompetisi musim ini dan praktis menunjukkan The Bridge sudah tidak angker lagi.

Menurut Opta, delapan kekalahan kandang ini merupakan catatan terburuk mereka. Itu jumlah terbanyak dalam satu kampanye sejak musim 1985/1986. Saat itu, raksasa London itu juga menelan delapan kekalahan.

Mantan pemain sayap Chelsea dan Skotlandia, Pat Nevin di BBC Radio 5 Live menyebut, kualitas anak asuh Frank Lampard memang tidak memadai. Ia bahkan mengatakan mereka terpaut jauh dalam hal kualitas untuk bersaing. “Ini adalah patokan untuk Chelsea musim ini dan Frank sudah ada di sana. Mereka memiliki pemain muda dan manajer baru, semua alasan dan alasan yang biasa ada di sana. Chelsea belum cukup di sana, sebenarnya mereka cukup jauh dari itu,” katanya di BBC.

Lampard sendiri menjelaskan bahwa ini pelajaran penting bagi anak asuhnya. “Ini pelajaran yang sulit. Kami belum berada di level ini sejak lama dan ini adalah kenyataan. Kami perlu menggunakannya sebagai sesuatu yang positif,” ujarnya di UEFA.com.

Ia menegaskan, pemain Chelsea harus berbenah dan meningkatkan performa jika masih ingin bersaing. “Mungkin tidak terasa malam ini tetapi para pemain perlu untuk memahami level yang Anda butuhkan ketika Anda sampai ke tahap sistem gugur,” kuncinya. (amr)

Komentar

Loading...