Asa Posisi Picu ASN Berpolitik Praktis

Kamis, 27 Februari 2020 12:16

Pilwalkot Makassar menyeret ASN ke dalam pusaran politik. Harapan dan ketidaktegasan ikut menyuburkannya.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pilwalkot Makassar menyeret ASN ke dalam pusaran politik. Harapan dan ketidaktegasan ikut menyuburkannya.

Berkaca pada Pilwalkot 2018, aparatur sipil negara (ASN), terutama di level birokrat eselon atas, banyak yang melibatkan diri dalam praktik dukungan praktis. Dilakukan dengan sembunyi-sembunyi.

Pengamat Pemerintahan Universitas Hasanuddin, Prof Armin Arsyad mengatakan, netralitas ASN Pemkot Makassar bakal sulit dikontrol. Diam-diam ada keinginan mereka akan bergerak mendukung kandidat calon wali kota.

“Susah juga kalau bicara netral. Masalahnya ASN itu bukan polisi atau tentara yang memang tidak berhak atau tak punya hak pilih. Beda sama ASN, disuruh netral, tetapi punya hak pilih,” ujarnya kepada FAJAR malam tadi.

Khusus di Pemkot Makassar terutama yang punya jabatan strategis sangat rawan terseret praktik politik praktis. Kata Armin, ini karena ada kepentingan. “Misalnya kalau calonnya terpilih dia bisa mendapat promosi untuk menduduki jabatan tertentu di pemerintahan. Ini tidak bisa dipungkiri,” ungkapnya.

Selain itu tak adanya sanksi tegas menjadi salah satu faktornya. Itu pun kalau memang bakal menerima sanksi, ASN yang terlibat biasa melewati alur proses hukum yang cukup panjang. “Dengan politik praktis, ada peluang ASN untuk mengembangkan kariernya di pemerintahan,” kata Armin.

Adanya pengaruh terhadap proses pemerintahan saat Pilwalkot Makassar 2020, kata Armin, tak akan mengganggu proses atau kinerja pemerintahan. ASN pasti tetap melaksanakan tugas dan fungsinya. “Sembari mereka melakukan aktivitas sebagai tim sukses secara sembunyi-sembunyi,” ucapnya.

Komentar


VIDEO TERKINI