Klaim Dijegal Maju, Seperti Ini Kans Sahiruddin Malik di Pilkada Maros

FAJAR.CO.ID, MAROS — Tujuh bulan jelang pencoblosan Pilkada serentak tahun ini, nama-nama yang akan maju di Kabupaten Maros sudah mengerucut.

Baru dua pasangan secara terang-terangan menyatakan sikap bakal maju. Yakni, Chaidir-Suhartina Bohari dan Andi Harmil Mattotorang-Andi Ilham Najamuddin. Untuk Chaidir-Suhartina sudah mengamankan dua rekomendasi partai yakni, PAN (6) dan PBB (1).

Kemudian, Andi Harmil Mattotorang-Andi Ilham Najamuddin baru mendapatkan rekomendasi dari Partai NasDem (5).

Jika dilihat dari partai yang belum menyatakan sikap, satu bakal pasangan lagi berpotensi terbentuk. Yakni seperti di antaranya Golkar (7), Hanura (4), Gerindra (3), dan PKS (2).

Khusus PKS, isyarat bakal bergabung dengan koalisi NasDem bersama Harmil Mattotorang-Andi Najamuddin sangat terbuka.

Berbeda dengan Partai Golkar di Maros. Sampai sekarang ini belum jelas arahnya. Sebagai pemenang dan mengontrol tujuh kursi, Golkar tanpa koalisi bisa mengusung sendiri.

Hasil tim 9 DPD I Golkar Sulsel sebelumnya sudah mengirim nama ke DPP. Yakni, Amirullah Nur Saenong dan Tajerimin. Akan tetapi, pasca pengiriman nama tersebut justru menimbulkan banyak tanya, khususnya bagi kandidat yang tidak dikirim namanya ke DPP.

Sahiruddin Malik misalkan. Ia adalah suami dari anggota DPRD Kabupaten Maros dari Fraksi Golkar, Sri Wahyuni Malik. Namanya tidak dikirim ke DPP Partai Golkar.

Dari penelusuran di tengah masyarakat, nama Sahiruddin Malik sebenarnya cukup dikuatkan sebagai pelanjut dari kepemimpinan Hatta Rahman di Maros.

Salah satu indikatornya yang berhasil dihimpun, berkat dari kerja-kerja dan keluarga besar H Abd Malik itu, mampu mendudukkan dua anaknya sekaligus di DPRD Maros melalui Partai Golkar.

Alhasil, spekulasi berkembang di tengah masyarakat, tujuh kursi dikontrol DPD II Golkar Maros sekarang ini, juga berkat andil besar dari H Abd Malik, seorang pengusaha dari Papua. Sahiruddin Malik adalah menantu dari H Abd Malik.

Orang dekat Sahiruddin Malik, Alimuddin, membenarkan semua itu. Ia berasumsi, Sahiruddin Malik adalah bakal calon bupati yang bisa mengancam kandidat lain.

“Iya, ada upaya seperti itu (menjegal) agar tidak maju,” klaimnya, Rabu, 26 Februari.

Beragam cerita dibeberkan Alimuddin untuk menguatkan bahwa Sahiruddin Malik berusaha dijegal maju. “Kan sederhananya, orang yang dikhawatirkan pasti dibicarakan dan berusaha dijegal,” sebutnya.

Bahkan, kata dia, pernah suatu ketika, di salah satu rumah makan di Kabupaten Maros, semua bakal calon bupati dan wakil bupati Maros pernah bertemu. Kecuali Sahiruddin Malik.

Salah satu yang menjadi pembicaraannya adalah, kekhawatiran jika klan H Abd Malik ada yang maju. “Berembus pembicaraan seperti itu. Tapi, kami yakini dapat Golkar dan maju di Pilkada,” tutupnya. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...