Sebatang Kara Tinggal di Gubuk, Ini Kondisi Andi Mari

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Di Desa Padaelo, Kecamatan Lamuru, Andi Mari hanya hidup sebatang kara. Di gubuk berukuran 2×3 meter. Dia butuh perhatian serius.

Lokasi gubuk Puang Mari -sapaannya- kurang kebih 1 km dari pemukiman warga atau dari Kantor Desa Padaelo. Kondisi gubuknya sangat memprihatinkan. Kalau hujan air sudah masuk di tempat ia tidur.

Dia masih sehat untuk berbicara. Usianya juga sudah 1 abad lebih. Dia mengaku, ada banyak keluarga orang kaya, ada tuang tanah. Cuma, memang memilih menjauh dari pemukiman. “Masih ada tauma dari masa penjajahan, suamiku ditembak sama Belanda,” katanya.

Dia juga mengakui bahwa selama ini, hanya penduduk kampung yang membawakannya makanan. Namun, dia tidak mau bicara kalau banyak ditanyakan, dia cuma bicara jika orang pelan-pelan bertanya, baru dia bercerita juga.

Sekdes Desa Padaelo, Jumardin menuturkan, warga itu berdomisili di Dusun Cempa, Desa Padaelo. “Tapi, kalau dibilang sebatang kara saya kurang mengerti, karena yang kasi makan sehari-hari adalah keluarganya. Bahkan keluarganya mau ambil, dia sendiri tidak mau,” ucapnya Kamis, 27 Februari.

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Bone, Rangga Risal Suara menjelaskan, sekaitan dengan adanya itu nenek-nenek pemerintah harus memberikannya perhatian. “Harusnya ini menjadi perhatian serius Dinas Sosial Kabupaten Bone. Jangan cuma fokus pada pemutakhiran data, dan lupa tugas pokoknya. Pokoknya nenek itu harus diperhatikan,” tegasnya.

Politisi PPP itu mengaku, dalam waktu dekat akan memanggil Dinas Sosial untuk menjelaskan semua itu. Sebab, ada beberapa daerah yang ada laporan kalau ada nenek-nenek yang kurang perhatian dan sudah berumur di atas 100 tahun. “Kami akan panggil Dinsos,” jelasnya. (gun/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...