Sul Hidayah Sedang Cari Nama untuk 4 Bayi Kembarnya

Kamis, 27 Februari 2020 16:07

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Perjuangan Sul Hidayah tak mudah. Selama 7 bulan, ia mengandung empat janin dalam tubuhnya. Meski tak cukup 9 bulan, ia berhasil melahirkan dua pasang bayi yang lucu lewat operasi sesar.

Selang Infus terpasang ditangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang botol dan alat pumping.

Sambil berbaring, Sul Hidayah (35) ditemani sang suami Fahri Firman (37) berusaha memompa asinya untuk diberikan kepada empat buah hatinya yang masih berada di ruangan NICU.

Sul Hidayah dan sang suami mesti sabar, pasalnya setelah melahirkan empat bayi kembarnya, ia belum bisa memegang dan menempatkan buah hatinya di sampingnya dan sekamar dengannya.

Karena alat tak cukup, maka anak kembar yang dilahirkan kedua dengan berat 1,3 Kg, harus ditempatkan di rumah sakit terpisah. Tepatnya di RS Unhas.

Sementara yang pertama dengan berat 1,2 kg dan bayi kembar yang dilahirkan ketiga dan keempat dengan berat 1,1 kg ditempatkan di ruang Nicu inkubator Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

“Jenis kelamin perempuan lahir pertama, disusul jenis kelamin perempuan lagi dan menyusul laki-laki dua kali,” ucap Sul Hidayah sambil tersenyum.

Proses persalinannya lumayan mendebarkan. Perempuan kelahiran Makassar, 1 Agustus 1984 tersebut akhirnya melahirkan Pukul 18.48 Wita lewat, tepat pada Selasa, 25 Februari. Suara tangisan bayi terdengar di kamar bersalin RS Unhas Makassar.

Melalui persalinan sectio secaria (sesar) bayi pertama lahir perempuan, berat lahir 1240 gram. Kemudian bayi kedua lahir pukul 18.50 wita , jenis kelamin perempuan, berat lahir 1315 gram.

Bayi ketiga dan keempat berjenis kelamin laki-laki, lahir pukul 18.52 wita dan 19.00 wita dengan berat 1130 gram dan 1285 gram.

Hampir beberapa jam Sul Hidayah menahan sakit. Tak seperti anak pertamanya yang kini berusia 5 tahun, kali ini ia mengaku lebih sulit dalam proses persalinannya.

Bahkan saat mengandung, sejak usia kandungan minggu pertama hingga minggu ke-15, masker tak pernah lepas menutupi hidung dan mulutnya. Ia tak kuat mencium bau-bau yang ada di sekitarnya.

“Saya siksa sekali, suka muntah-muntah setiap hari,” ucapnya.

Meski demikian, ia tetap menjalankan tugasnya menjadi bagian analis di Rumah sakit Unhas. Tiap minggu usia kandungannya bertambah, bertambah pula berat badan dan rasa sulit bergerak.

Hingga pada usia lima bulan Sul Hidayah mengaku kesulitan membawa badannya. Maka ia harus memakai korset untuk menyangga badannya agar bisa tetap tegap berjalan.

Korset ini ia pakai hingga usia kandungan 7 bulan dan memilih melahirkan di usia kandungan 30 Minggu. “Usia 5 bulan berasa seperti 7 bulan, 7 bulan seperti sembilan bulan,” ucapnya.

Di balik kehamilannya, ada cerita dan doa anak pertamanya. Sul Hidayah mengatakan kelahiran anaknya yang kembar empat ini karena doa anak pertamanya yang memang meminta adik lebih dari dua.

“Jadi selama saya hamil, anak pertama saya ini selalu berdoa kalau dia mau punya adik satu untuk Abi, satu untuk Umi, satu untuk dia, dan satu untuk tantenya Alhamdulillah terkabul betul,” ucapnya.

Ia memang sudah mengetahui dari hasil USG bahwa ia mengandung anak kembar. Namun ia menyangka hanya mengandung tiga anak kembar, prediksi tersebut di luar dugaannya.

“Belum punya nama, masih sementara dicarikan nama yang tepat,” tutur Ipar Sul Hidayah, Rahmawati Firman yang ikut menemani di Rumah sakit.

Kini Sul Hidayah dan suami sudah menyediakan peralatan untuk sang buah hati. Ia berharap bayinya sehat dan cepat keluar dari inkubator agar bisa kembali berkumpul dikediamannya yang terletak di Jl. Antang. (*/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI