Tak Netral di Pilkada, Arsyad Hakim: Media akan Gali Lubang Sendiri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan mengadakan Dialog Interaktif Pilkada Damai Sulsel 2020 di Teras Kantor Kejati Sulsel, Kamis (27/02/2020). Salah satu narasumber yang hadir adalah Pimpinan Redaksi Harian Fajar, Arsyad Hakim.

Arsyad mengatakan tugas media massa dalam pelaksanaan Pilkada adalah menyajikan informasi ke publik dan kontrol sosial. Sebagai media mainstream, jurnalis juga berperan memberikan edukasi politik ke publik.

“Media menyiapkan rubrik khusus pilkada atau politik, ini sekaligus ajang sosialisasi politik. Kita media berharap hadirnya pilkada yang damai dan berkualitas, melalui kontrol terus dilakukan,” kata Arsyad.

Wartawan senior ini menyebutkan perbedaan media sosial dengan media massa ada pada rambu-rambu yang mengaturnya. Khusus media mainstream ada aturan jurnalistik dan pengawasan dari Dewan Pers.

“Masyarakat tidak sebodoh itu, menerima apa saja yang disajikan oleh media. Apalagi dengan era banjir informasi dan media tak terbatas, masyarakat punya banyak pilihan yang bisa dipercaya. Setiap media punya kebijakan tersendiri, akan dijaga betul karena berbasis publik. Jika publik tidak percaya tentu media sama saja akan menggali lubang untuk dirinya sendiri,” jelas Arsyad.

Arsyad sempat menyinggung strategi tim sukses calon kepala daerah untuk menjinakkan media massa. Hal ini dilakukan agar kandidat mereka bisa diberitakan secara berlebih-lebihan.

“Semua yang ikut bertanding ingin menang. Sudah menjadi rahasia umum, bagaimana media tertentu bisa membantu calon untuk memenangi pemilihan. Persoalannya sekarang apakah media bisa tahan dengan itu. Sekarang media harus punya sikap terhadap hajatan politik ini,” pungkasnya.

Selain Arsyad Hakim, narasumber lain dalam dialog ini adalah Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir, Ketua Bawaslu Sulsel, Asri Yusuf, Asisten I Pemprov Sulsel, Aslam Patonangi, Kepala Kesbangpol Sulsel, Asriady Sulaiman, Aspidum Kejati Sulsel, Yudi Indra Gunawan dan pengamat politik kebangsaan, Arqam Asikin. (mg03/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...