Tambahan Penghasilan Pegawai Berlarut, Satpol PP Mulai Tak Sabar

Kamis, 27 Februari 2020 11:12

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepemimpinan di Pemkot Makassar lemah. Kisruh TPP pegawai pun dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi. Pegawai protes dengan memboikot Balaikota.

Personel Satpol PP sempat melakukan boikot. Tak hanya dengan aksi mogok, tetapi juga menutup gerbang pelayanan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Balaikota, Rabu, 26 Februari. Mereka protes lantaran ada ketidakadilan pada pembayaran tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Di sisi lain, Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb tak berdaya menangani persoalan internal di Pemkot Makasar. Sistem elektronik berbasis aplikasi pembayaran TPP yang digembar-gemborkan dan menjadi andalannya, justru menjadi bumerang.

Kepala Satpol PP Kota Makasar, Iman Hud, memperjuangkan nasib bawahannya dengan mendatangi rumah jabatan wali kota. Mereka menggelar pertemuan tertutup membahas mekanisme pembayaran TPP.

Beberapa perwakilan OPD juga hadir di antaranya, Plt Kepala BKPSDM, Basri Rakhman, Asisten 1 Kota Makassar, M Sabri, Kepala Dinas PM-PTSP, Andi Bukti Djufri.

Sejak awal, penerapan TPP berpolemik. Ketidaksiapan penerapan teknologi dan minimnya sosialisasi menjadi persoalan utamanya. Pertemuan itu pun sempat memecah keributan.

Iman Hud menuntut keadilan bagi para anggotanya yang bekerja di lapangan. Dia menilai sistem TPP mempersulit dan merugikan. Tidak hanya tunjangan yang belum juga cair, tetapi tidak sesuai dengan porsi kerja personel Satpol PP.

Komentar