Di Tangan Iqbal, Pendidikan Memburuk

0 Komentar

Infografis/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tidak hanya PAD Kota Makassar yang anjlok. Kualitas pendidikan pun ikut memburuk selama Pemkot Makassar dipimpin Pj Wali Kota, Iqbal Suhaeb.

Pelaksana Tugas Kepala Disdik Kota Makassar, Rahman Bando mengakui sektor pendidikan di daerahnya terus menurun. Padahal, pendidikan di Kota Makassar harus menjadi rujukan di Sulsel.

Menurutnya, hal itu bukan dipengaruhi peserta didiknya. Tetapi, fasilitas pendidikan yang belum memenuhi standar. Karena itu, baru menjabat beberapa hari pihaknya mulai mengevaluasi.

Pertemuan dengan para guru pun dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makasar, Kamis, 27 Februari. “Untuk sekolah dasar (SD) baru, baru bisa dipastikan 34 kasek yang berstatus Plt. Belum lagi kasek yang diambang pensiun, tentu kami harus segera cari penggantinya,” bebernya.

Kepala sekolah yang belum definitif, Rahman akan melakukan komunikasi dengan Pemkot Makassar. “Ini butuh waktu, karena harus juga melalui Pemprov Sulsel kemudian disetujui di Kemendagri,” katanya.

Status kepala sekolah yang Plt, kata dia, pastinya membuat upaya dalam melakukan kebijakan terbatas. Hal itu berimplikasi dalam proses belajar mengajar. “Seperti kita tahu kita berada pada posisi tiga terbawah di Sulsel soal mutu pendidikan,” ucapnya.

GRAFIS FAJAR

Dana BOS

Rahman Bando juga khawatir mengenai penggunaan dana bos. “Takutnya dipikir itu dananya. Karena langsung masuk ke rekening sekolah. Hal ini juga harus ditekan,” ungkapnya.

Dana BOS, diakuinya, diharap bisa menutupi kekurangan dari segi kebutuhan pendidikan di Makassar. Rahman berharap dana bos bisa dikelola sesuai peruntukannya.

“Kepala sekolah kita harus segera dibekali pengetahuan baru soal dana BOS ini,” ucapnya.

Sebelumnya Disdik Makassar juga tengah mencoba melakukan beberapa kebijakan menyikapi ketimpangan jumalh sekolah SD dan SMP.

Akan tetapi, hasil peleburan (regrouping) yang menghasilkan 10 SMP baru belum efektif.

“Karena sebelumnya hasil peleburan sekolah kita anggaran Rp35 miliar. Kabar yang saya dapat ketika kembali lagi di Disdik Kota Makassar yang cair cuma Rp8 miliar. Itu tentu tak efektif,” jelasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...