Gereja Corona

Jumat, 28 Februari 2020 08:02

Itulah gereja ”Jagad Baru” (Shincheonji). Yang sudah punya sekitar 600.000 jemaat di seluruh Korsel.

Bahkan sudah berkembang ke beberapa negara. Gereja itulah salah satu dari sedikit gereja yang berhasil menembus negara komunis Tiongkok –lewat jalan bawah tanah.

Di Tiongkok gereja ”Jagad Baru” (新天地) pun sering dioprak-oprak. Dianggap ilegal. Tapi jemaatnya sangat militan. Setiap oprakan-nya reda mereka kumpul lagi. Kalau ada oprakan baru kebaktiannya dipecah kecil-kecil. Hanya 5-6 orang.

Gereja ini tergolong baru: didirikan 14 Maret 1984. Sebentar lagi akan berulang tahun ke 37.

Pendirinya adalah Lee Man-hee, kini 84 tahun. Lee Man-hee dulunya adalah pengikut gereja sesat juga. Bahkan lebih besar lagi: Gereja Pohon Zaitun (Olive Tree).

Gereja sesat melahirkan gereja sesat lainnya.

Awalnya ”Jagad Baru” masuk Tiongkok lewat provinsi-provinsi dekat perbatasan Korea. Misalnya provinsi Liaoning, Jilin, dan Shandong. Masuk juga ke kota besar seperti Beijing dan Shanghai.

Belakangan masuk pula ke Kota Wuhan. Di Wuhan ”Jagad Baru” sudah memiliki jemaat 200 orang.

Natal tahun lalu, wanita 61 tahun itu bertugas menggembala umat di Wuhan. Itulah awal berjangkitnya virus Corona di pasar ikan di Wuhan. Si wanita rupanya ikut terjangkit Corona.

Ketika pulang ke Korea terbawalah virus itu di badannyi.

Komentar


VIDEO TERKINI