Ingin Karya Anak Bangsa Mendunia, Ini yang Dilakukan Anies Baswedan di TIM

Jumat, 28 Februari 2020 09:57

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pengelolaan sarana dan prasarana di Taman Ismail Marzuki (TIM), oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni Jakarta Propertindo (Jakpro) agar memiliki kelenturan penganggaran.

Hal itu, kata mantan Menteri Pendidikan tersebut, karena karya seni dan kegiatan seni itu sangat sulit sekali untuk dikelola dengan pendekatan birokratik, seperti harus mengikuti prosedur operasional standar (SOP) yang tetap yakni prosedur pengadaan.

“Di pemerintahan itu, beli mik saja harus ikuti prosedur pengadaan, ada satuan umumnya. Seni yang penuh kreativitas dan inovasi kan tidak bisa seperti itu. Karenanya kami tugaskan ini pada format badan usaha supaya punya kelenturan fleksibilitas tapi tetap akuntabel karena BUMD juga akan diperiksa oleh badan pemeriksa,” kata Anies di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis.

TIM sendiri, kata Anies, saat ini sedang dalam tahap revitalisasi dengan tujuan jadi tempat panggung seni budaya bagi seniman dan budayawan Indonesia di gelanggang dunia. “Rancangannya, termasuk fasilitasnya setara dengan pusat budaya dan kesenian terbaik dunia. Kami ingin agar karya anak bangsa bisa mendunia,” kata Anies.

Anies pun berjanji bahwa TIM tidak akan menjadi kawasan komersial, meski pengelola sarananya merupakan BUMD.

“Pemerintah itu miliki dua tangan dalam melayani masyarakat, kalau pusat itu ada kementerian, badan, lembaga sebagai tangan pertama dan BUMN sebagai tangan kedua. Pun demikian di daerah yakni SKPD dan BUMD, keduanya bukan untuk mencari keuntungan tapi memainkan peran pembangunan. Beda dengan swasta maka harus cari keuntungan,” ucapnya.

Komentar