Kepala BPBD dan PRKP Jakarta Mundur, Ini Alasannya

Jumat, 28 Februari 2020 16:10

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Mantan Kepala BPBD DKI Jakarta Subejo (Dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Dua pejabat utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mundur dari jabatannya di pemerintahan yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mereka yakni Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi DKI Jakarta Kelik Indriyanto dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta Subedjo.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta, Chaidir menjelaskan, Kelik mengundurkan diri usai dilakukan evaluasi atas hasil Perjanjian Kinerja (Perkin) tahunan yang tidak mencapai target dalam satu tahun terakhir. Berdasarkan evaluasi kinerja, diperoleh hasil sekitar 80-85 persen, sedangkan standar minimal yang harus dipenuhi 90 persen.

“Setelah dievaluasi oleh tim, (Kelik) tinggal memilih hak dan kewajibannya sebagai PNS. Mau disanksikan berdasarkan PP 53 (tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil) atau dengan hati nuraninya ingin membantu di bagian SKPD mana,” ungkap Chaidir, Jumat (28/2).

Kelik kemudian memutuskam bergabung dengan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). BKD memastikan Kelik sudah menempuh prosedur sesuai dengan aturan mekanisme yang berlaku dalam Perjanjian Kinerja.

Sementara itu terkat mundurnya Subedjo, berkaitan dengan cuti besar selama tiga bulan ke depan untuk mengikuti ujian tes sebagai Widyaiswara. Hal itu ditempuh oleh Subedjo karena dalam beberapa bulan mendatang dia sudah memasuki masa pensiun sebagai PNS.

“Untuk proses alih fungsi Widyaiswara, mekanismenya harus ada beberapa tahapan. Pertama, melengkapi administrasi dengan mengirim surat pribadi ke BKD, kemudian BKD memproses lebih lanjut ke lembaga administrasi negara, melihat formasi Widyaiswara di BPSDM,” imbuh Chaidir.

Komentar