KPK Deteksi Keberadaan Nurhadi di Jakarta

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (27/2) malam melakukan penggeledahan di kawasan DKI Jakarta untuk mencari keberadaan mantan Sekertaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Termasuk juga menantunya Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto.

Ketiganya merupakan tersangka kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) yang menjadi buronan KPK dan masih belum tertangkap hingga saat ini.

“Malam ini teman-teman sedang bergerak ke lapangan melakukan penggeledahan di suatu tempat di Jakarta,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (27/2).

Juru bicara KPK berlatar belakang Jaksa ini menuturkan, pencarian terhadap Nurhadi Cs masih berlangsung. Namun, Ali enggan menjelaskan rinci soal lokasi penggeledahan tersebut.

“Kami tentunya tidak bisa menyampaikan di daerah mana tetapi di Jakarta dan masih berlangsung. Untuk menindaklanjuti informasi yang masuk ke penydik,” tegas Ali.

Dalam upaya pencarian tiga tersangka itu, lembaga antirasuah telah menggeledah sejumlah lokasi. Beberapa lokasi tersebut diantaranya di wilayah Surabaya dan Tulungagung, Jawa Timur. Namun, pencarian buronan mafia pengurusan kasus di MA itu belum membuahkan hasil.

“Tim bergerak ke Jawa Timur ke Surabaya, kemudian Tulungagung ke beberapa titik tempat, termasuk juga menyebar foto-foto para DPO di wilayah Jawa Timur. Namun, memang tidak menemui para DPO tersebut,” jelas Ali.

KPK menerapkan tiga orang tersangka terkait pengurusan kasus di MA. Mereka adalah eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (NHD), menantunya Rezky Herbiyono (RHE) dan Hiendra Soenjoto (HS). Diduga telah terjadi adanya pengurusan perkara terkait dengan kasus perdata PT. MIT melawan PT. KBN (Persero) pada tahun 2010 silam.

Nurhadi yang ketika itu menjabat Sekretaris MA dan menantunya diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT. MIT dari tersangka Hiendra untuk mengurus perkara peninjauan kembali (PK) atas putusan Kasasi Nomor: 2570 K/Pdt/2012 antara PT MIT dan PT KBN (Persero).

Poses hukum dan pelaksanaan eksekusi lahan PT MIT di lokasi milik PT KBN (Persero) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara agar dapat ditangguhkan.
Untuk membiayai pengurusan perkara tersebut tersangka Rezky menjaminkan delapan lembar cek dari PT. MIT dan tiga lembar cek milik Rezky untuk mendapatkan uang dengan nilai Rp 14 miliar.

Nurhadi dan Rezky lantas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...