Mahasiswi Jual Teman yang Janda Rp700 Ribu ke Hidung Belang, Bakal Dikurung 7 Bulan

Jumat, 28 Februari 2020 09:05

PSK. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

FAJAR.CO.ID, BALI — Terdakwa perkara asusila, Ni Putu CS, 19, akhirnya dituntut pidana penjara 7 bulan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Yang menarik, mahasiswi yang menjual temannya untuk diajak kencan singkat ini tidak meminta keringanan hukuman pada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara.

Jaksa penuntut umum I Gede Gatot Hariawan dalam tuntutannya menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sesuai pasal 296 KUHP, karena menyediakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain.

“Terdakwa dituntut dengan pidana penjara selama 7 bulan,” ujar JPU I Gede Gatot Hariawan usai sidang tertutup kemarin.

Pihaknya menuntut terdakwa lebih ringan dari ancaman hukuman, karena terdakwa masih muda dan ada harapan untuk berubah.

Terdakwa juga mengakui dan menyesali perbuatannya. “Hal memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah,” jelasnya.

Menariknya, Kasipidum Kejari Jembrana ini mengatakan bahwa terdakwa tidak meminta keringanan hukuman pada majelis hakim dengan ketua Fakhrudin Said Ngaji.

“Terdakwa tidak meminta keringanan, katanya cukup segitu (7 bulan),” ungkapnya. Perkara asusila tersebut terjadi pada bulan November 2019 lalu.

Terdakwa menawarkan korban, Ni Luh Putu E, pada pria dengan tarif yang telah disepakati dengan pria yang memesan.

Terdakwa dan korban statusnya sebagai teman. Komunikasi dengan pria yang memesan melalui pesan Whatsapp.

Komentar