Pemilik Lahan Ditawarkan Honorer, Ibu Ini Tetap Tuntut Pemkab Gowa

Jumat, 28 Februari 2020 22:41

Nurbia (jilbab hitam)

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Nurbiah tidak tergiur dengan tawaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa. Ibu itu tetap teguh pada pendiriannya.

Pemkab Gowa melalui Camat Bontonompo Selatan, Haluddin sempat menawarkan Nurbiah agar tidak mempersengketakan tanahnya tersebut yang telah dibangun SDI Kampung Parang.

Sekolah itu terletak di Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan. Sekolah tersebut didirikan sejak 1977 silam.

Jauh hari sebelumnya, Haluddin sempat menawarkan akan mengangkat keluarga pemilik lahan menjadi pengajar status honorer. Namun Nurbiah menolaknya.

“Hanya saja saat itu belum ada kesepakatan antara pemerintah kecamatan dan keluarga pemilik lahan. Waktu itu kita sepakat kecuali keluarga beliau,” jelas Haluddin di ruang rapat kantor Wakil Bupati Gowa, Jumat (28/2/2020).

Nurbiah tetap menuntut Pemkab Gowa untuk mengganti lahannya itu berupa uang tunai. Dia menghitung-hitung, uang yang harus dibayar oleh Pemkab Gowa kepada dirinya sebesar Rp100 ribu per meter, dengan luas lahan 36 hektar.

Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin mengatakan, pengajuan pemberian ganti rugi membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga ia berharap proses belajar mengajar di SDI Kampung Parang tetap berjalan.

“Kita berharap proses belajar mengajar tetap berlangsung. Pihak keluarga untuk tidak mengganggu proses belajar mengajar, karena proses ini cukup lama,” kata Bang Doel, sapaan akrab Abdullah Sirajuddin.

Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf dalam rapat ini, berharap penyelesaian lahan seluas 36 hektar yang saat ini berdiri bangunan sekolah diselesaikan dengan baik. Tanpa merugikan masyarakat ataupun pemerintah.

“Saya berharap penyelesaian ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, musyawarah dan mufakat. Karena itulah yang paling baik yang harus kita lakukan di Indonesia,” katanya. (mg06)

Komentar


VIDEO TERKINI