Dobrak Kamar, Donwori: Lihat dengan Mata Kepala Sendiri, Bukan di Video XXX

0 Komentar

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID,SURABAYA– Memang susah mengidentifikasi pasangan lesbi. Lah bagaimana lagi, perempuan jalan rangkulan dengan perempuan, cipika-cipiki, tempel-tempelan pipi pun, orang pasti maklum. Coba laki? Langsung dijuliti dari ujung kepala sampai kaki.

Lemas tak berdaya. Itulah yang dirasakan Donwori manakala mengetahui perempuan yang memberinya dua anak, rupanya punya kekasih wanita di belakangnya. Ya, Karin, 45, ternyata lesbian.

Yang lebih mengejutkan lagi, pasangan lesbiannya adalah sahabatnya sendiri. Namanya Sephia. Orang luar yang menghabiskan waktu Karin terbanyak kedua setelah Donwori. Yang sudah Donwori anggap adik sendiri. Yang biasa wara-wiri dengan Karin. Dan ha…ha…hi…hi, juga bersamanya.

Donwori kesal, selama ini merasa dibodohi. Atau lebih tepatnya, dia merasa bodoh sendiri karena tak bisa menangkap gerak-gerik mencurigakan itu. “Bayangkan saja, di depanku mereka suap-suapan. Sender-senderan tubuh. Bayangkan bagaimana kalau saya gak ada, sudah ngapain aja. Wong Sephia ini seneng banget nginep di rumah,” curhat Donwori di kantor pengacara, dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, belum lama ini.

Bayangan Donwori makin liar. Karena seingatnya, selama beberapa tahun terakhir, istrinya ini kerap tamasya bersama Sephia. Bahasa gaulnya girls day out-an lah. Kadang ya di luar kota, atau di dalam kota tapi menginap. Kedoknya, njajal hotel baru. Ya pamit, tidak sembunyi-sembunyi. “Ya Allah…, saya punya dosa apa sampai punya istri begini,” lanjutnya makin putus asa.

Parahnya, hubungan gelap ini luput dari perhatian Donwori lama. Tiga tahun terakhir. Sejak dua sejoli yang lama terpisah ini embuh yoopo carane tiba-tiba nyambung lagi. Dan layaknya BFF aliast best friend forever, sejak saat itu, keduanya sama-sama. Donwori, dulunya malah tenang. Karena dia yang bekerja di luar kota seakan punya Sephia yang setia menemani istrinya saat ditinggal. Ia tidak menyangka, Sephia menemaninya sampai “sejauh itu”, sampai jadi teman tidur pula.

Hubungan terlarang itu, ketahuan manakala Donwori pulang dari dinas luarnya. Kala itu rumah sepi. Anak pertama dan keduanya tak ada di rumah. Dia pikir, Karin juga keluar dengan Sephia, shopping atau ke mana seperti yang biasa terjadi. Namun, samar-samar, semakin dekat dengan kamar utama, Donwori mendengar suara gemuruh dalam tanda kutip dari kamarnya. Semakin ia mendekati sumber suara semakin jelas kejadian apa yang sedang terjadi di dalam kamar. Emosi Donwori sudah mulai mendidih. Namun, ia sempat bertanya-tanya, kok tidak ada suara laki-laki dalam pergumulan itu.

Hingga akhirnya Donwori mendobrak kamar itu. Dan dibuat terpaku dengan adegan yang dia lihat. Dua perempuan lagi asyik main kayak suami istri pakai strap on dildo. “Baru kali itu saya melihat dengan mata kepala sendiri, bukan di video xxx,” terangnya sambil geleng-geleng.

Atas kejadian yang ia lihat, Donwori sempat menangisi Karin. Berkali-kali kata bisa-bisanya keluar dari mulutnya. Dan sejak saat itulah, Donwori mengungkap fakta mengejutkan baru. Ternyata, Karin memang memiliki orientasi seksual menyimpang sejak remaja. Dimana dia biasa ACDC atau biseksual. Dengan laki-laki bisa, perempuan juga oke. “Menikahi saya hanya untuk menutupi statusnya. Dan katanya, ia hanya bisa puas, bisa orgasme kalau dengan perempuan. Dengan laki-laki cuma untuk memenuhi kewajiban saja,” lanjutnya.

Kelainan Karin ini, lanjut Donwori berkaitan dengan trauma masa lalu. Rupanya, Karin kecil adalah korban KDRT ayahnya sendiri. Yang membuatnya membenci laki-laki. Bahkan berdampak pada tak merasa apa-apa saat berhubungan dengan laki-laki. Ngeri!!! (*/opi)

(sb/is/Nug/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...