Keamanan Tak Terjamin, Siswa Korban Pengeroyokan Preman di Gowa Bakal Pindah Sekolah

Sabtu, 29 Februari 2020 22:01

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Dunia pendidikan di Kabupaten Gowa tercoreng. Pengeroyokan oleh sekelompok preman di lingkungan sekolah jadi biang keladinya.

Abu Bakar Ramadhan, korban pengeroyokan, sampai hari ini masih trauma. Dia enggan lagi kembali masuk bersekolah di SMKN 2 Sungguminasa.

Ayahnya, Irwan Tompo, tak lagi percaya dengan keamanan sekolah tersebut. Dia pun punya solusi agar anaknya bisa kembali bersekolah dengan rasa aman.

“Rencana saya akan kasih pindah sekolah ke Kabupaten Takalar. Di sana dia pasti aman. Tidak di sini,” katanya, Sabtu (29/2/2020).

Kasus yang menimpa anaknya itu masih dia pantau di Polres Gowa. Sembari akan mengurus surat pindah, dari sekolah yang sebelumnya jadi tempat belajar Abu Bakar sebelum dikeroyok.

Menurutnya, sekelompok preman dengan mudahnya masuk hingga berani memukul siswa lain, saat proses belajar mengajar.

Dia menduga, ada pembiaran dari pihak sekolah. Preman dan orang lain diberikan akses masuk ke sekolah, dan mengganggu siswa belajar.

Namun dugaan pembiaran itu ditepis oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Gowa, Muhammad Yusuf. Dia mengatakan, preman yang masuk dalam lingkup sekolah itu tidak dilihat oleh pihak keamanan.

Dari hasil pertemuannya dengan pihak SMKN 2 Sungguminasa, preman tersebut masuk melalui pintu samping sekolah. Pintu itu sebelumnya telah dikunci pakai gembok oleh pihak sekolah.

Bagikan berita ini:
8
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar