Arismunadar Nilai Sekolah Gagap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Senin, 2 Maret 2020 10:09

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Arismunandar mengatakan masih minimnya sekolah yang memiliki website di era digital.

Ia mengatakan, jumlah sekolah negeri yang belum memiliki website mencapai 90 persen di seluruh Indonesia.

“Ini Infrastruktur dasar di era revolusi industri 4.0,” kata Arismunandar di Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, (29/2/2020).

Menurutnya, kehadiran website sangat penting bagi sekolah di era digital. Fungsinya dinilai sebagai instrumen informasi kegiatan sekolah, maupun instrumen akuntabilitas publik.

“Sekolah negeri hampir tidak punya website. Yang ada hanya Facebook. Bisa dicek SD apa yang terbaik di Makassar. Apakah punya?,” ungkapnya.

“Sekolah kehilangan kesempatan untuk menjaga branding sekolahnya. Tidak punya instrumen branding sekolah,” sambungnya.

Arimunandar menilai, transformasi pembelajaran berbasis digital masih terbata-bata dalam dunia pendidikan Indonesia.

Bahkan, katanya, tak sedikit dosen maupun guru-guru yang memiliki kapasitas IT yang masih rendah.

Menurutnya, hanya 30 persen dosen maupun guru-guru yang memiliki kapasitas IT yang baik. Pembelajaran dan pengajaran harus bertransformasi ke era digital.

Perwujudannya antara lain pendidik mampu mengolah Microsoft Word ataupun Microsoft Excel. Kedua, pendidik harus mampu mengoperasikan internet. Ketiga, pendidik membuat bahan ajar berbasis digital.

“Itu masih sangat terbatas. Hal itu akan membuat kita tergagap-gagap menghadapi era revolusi industri 4.0,” katanya.

Bagikan berita ini:
1
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar