Di Kongres Umat Islam Indonesia, Jokowi Didesak Bubarkan BPIP

Senin, 2 Maret 2020 08:58

Prof Yudian Wahyudi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Desakan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mundur terus mengemuka. Ini akibat ucapannya yang terus menuai kontroversi. Bahkan, secara terang-terangan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VII yang berlangsung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendesak Presiden Joko Widodo untuk membubarkan BPIP, karena keberadaannya tidak diperlukan lagi.

”Kami mendesak presiden untuk mengembalikan penafsiran Pancasila kepada MPR, sebagaimana diamanatkan dalam sila ke-4 dalam Pancasila,” kata Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Muhyiddin Junaidi, Minggu (1/3).

Oleh karena itu, keberadaan BPIP dalam penafsiran Pancasila tidak diperlukan lagi dan mendesak Presiden Republik Indonesia untuk membubarkan BPIP tersebut. ”Seluruh peserta KUII VII tahun ini yang berasal berbagai komponen umat Islam di Indonesia, pimpinan Majelis Ulama Indonesia se-Indonesia, pimpinan Ormas-Ormas Islam, Pimpinan organisasi kemahasiswaan kepemudaan (OKP) Islam, dan para tokoh Islam lainnya sepakat minta Presiden membubarkan BPIP,” ujarnya.

Ia mengatakan KUII ke-VII dimulai 26 – 29 Februari 2020 dan dibuka Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin juga mendorong pemerintah untuk melakukan sosialisasi keterkaitan Pancasila dengan agama dan membantu penguatan nilai-nilai agama di dalam Pancasila. ”Kami mendorong pemerintah membantu penguatan nilai-nilai agama di dalam Pancasila untuk menghilangkan fitnah, bahwa peraturan perundang-undangan yang bermuatan agama yang tidak pancasilais,” katanya.

Selain itu, KUII ini mendesak pemerintah untuk melakukan penegak hukum yang adil yang tanpa tebang pilih terhadap kasus-kasus mega korupsi dan penyebaran kebencian. Selanjutnya, pemerintah juga membuat sistem rekrutmen aparatur negara yang nondiskriminatif dan berbasis digital yang dapat diakses oleh seluruh warga negara sehingga tercipta proses transparansi yang melibatkan pengawasan masyarakat. ”Kami mendesak pemdesak pemerintah melakukan pencegahan dan perlindungan warga negara dari virus yang membahayakan seperti corona,” katanya.

Bagikan berita ini:
2
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar