Dikartu Merah, Ancelotti Sebut VAR Selamatkan MU

Senin, 2 Maret 2020 01:33

Carlo Ancelotti memprotes wasit/Reuters

FAJAR.CO.ID, LIVERPOOL—Manajer Everton, Carlo Ancelotti, berbicara kepada Sky Sports tentang kartu merah yang ia dapatkan setelah melakukan protes di akhir laga timnya kontra Manchester United. Ia mengatakan, ia butuh penjelasan wasit sehingga melakukan protes.

“Saya punya banyak hal untuk dikatakan, saya meminta wasit untuk menjelaskan setelah pertandingan dan dia mengirim saya pergi, kemudian saya berbicara setelahnya dengannya – Saya akan merahasiakan percakapan kami – tetapi itu adalah situasi jika Gylfi (Sigurdsson) offside tetapi dalam pandangan kami ia tidak memengaruhi gerakan (David) de Gea,” katanya dikutip BBC. Menurut Ancelotti, itu benar-benar tidak bisa dianggap offside dan gol anak asuhnya sah. “Anda harus memutuskan apakah (de Gea) terpengaruh atau tidak dan semua orang tahu keputusan itu dapat dilihat secara berbeda,” tandasnya.

Insiden berawal ketika tembakan Gylfi Sigurdsson diselamatkan oleh David de Gea dengan kakinya. Sigurdsson kemudian terjatuh di depan gawang. Dominic Calvert-Lewin yang mendapat bola kemudian melepas tembakan yang berbelok arah setelah mengenai kaki Harry Maguire.

Bola pun bergulir masuk ke dalam gawang. Sigurdsson yang masih terduduk di depan De Gea terlihat menarik kakinya untuk menghindari offside. Namun, VAR memutuskan bahwa ia mengganggu permainan dan gol itu dianulir. Skor 1-1 pun menjadi hasil akhir.

Manajer Everton, Carlo Ancelotti tampak sangat marah dengan keputusan ini. Ia yang biasanya sangat tenang memasuki lapangan untuk memprotes wasit Chris Kavanagh. Akibatnya, ia mendapat kartu merah.

Pada laga yang berlangsung di Goodison Park, Everton langsung memimpin saat pertandingan baru berjalan tiga menit. MU kebobolan setelah blunder bodoh yang dilakukan kiper, David de Gea.

Dalam situasi yang sama sekali tidak berbahaya, De Gea yang menguasai bola di depan gawangnya terlalu ceroboh. Bola tendangannya berhasil diblok penyerang Everton, Dominic Calvert-Lewin dan langsung masuk ke dalam gawang.

Menurut Opta, ini adalah blunder ketujuh De Gea yang mengarah langsung ke gawang di Liga Premier sejak awal musim lalu. Jumlah blunder itu terbanyak di liga. Catatan blunder bodoh De Gea sama seperti yang dilakukan Martin Dubravka dan Bernd Leno.

Untungnya, Everton juga melakukan kesalahan sendiri di menit ke-31 yang berujung gol balasan MU. Dalam situasi tendangan gawang, mereka terlalu ceroboh dan bermain-main di sekitar area kotak penalti.

Bola kemudian berhasil direbut pemain MU. Nemanja Matic yang menerima bola kemudian meneruskannya ke Bruno Fernandes yang langsung melepaskan tendangan keras ke sudut kiri gawang yang tidak mampu dibendung kiper Jordan Pickford. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Bagikan berita ini:
5
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar