Kepada Komisi II DPR RI, Asri Sahrun Said Minta Kejelasan Honorer K2

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan reses ke Sulawesi Selatan, Senin (02/03/2020). Sebanyak 13 anggota DPR yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR, Arif Wibowo diterima Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel.

Pada kesempatan ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Asri Sahrun Said mempertanyakan kejelasan pengangkatan tenaga honorer utamanya kategori 2 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Pemerintah pusat harus segera memperhatikan nasib honorer ini. Contoh di Pangkep, ada 600 orang yang sudah dinyatakan lolos tes sejak tahun 2014, hanya saja sampai sekarang belum terima SK," kata Asri.

Di Sulsel, Asri ada sekitar 852 tenaga honorer yang masuk kategori K2. Hingga saat ini, nasib mereka belum jelas apakah bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Secara keseluruhan tenaga non PNS yang ada di Pemprov Sulsel sesuai data BKD sekitar 15 ribu. Terdiri atas tenaga teknis 4.000 orang dan sisinya 11.000 adalah tenaga pendidik atau guru.

"Data awal itu sekitar 23 ribu tenaga honorer setelah diverifikasi sisa 15 ribu. Khusus guru, mereka ini memang sangat dibutuhkan oleh sekolah. Di SMK saja keterpenuhan guru kita baru 60 persen, sisanya itu diisi honorer," jelasnya.

Asri berharap melalui Perpres PPPK yang sementara disusun oleh pemerintah atau revisi UU ASN, ada kejelasan soal honorer. Terutama pemberian gaji atau intensif bagi mereka.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...