Antisipasi Virus Korona, Penerbangan Domestik Diwaspadai

Selasa, 3 Maret 2020 17:19

Ilustrasi salah seorang penumpang mengenakan masker di Bandara. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,KALTIM– Pasca pemerintah mengumumkan dua warga di Depok, Jawa Barat, dinyatakan positif mengidap virus yang pertama kali menular di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Pengawaan di pintu-pintu masuk di Kalimantan Timur pun dilakukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kaltim Andi M Ishak, mengatakan bahwa pihaknya melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk Kaltim. Selain itu, pihaknya mengajukan penambahan alat pelindung diri (APD) ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejumlah 100 buah.

”Sambil menyiapkan kesiapan di sarana pelayanan. Jadi sekarang kami memang kesulitan di APD. Sekarang kami koordinasi dengan pusat untuk meminta,” ucapnya seperti dikutip Kaltim Pos (Jawa Pos Group), Selasa (3/3).

Lanjut dia, ada empat rumah sakit di Kaltim yang ditunjuk Kementerian Kesehatan untuk menangani virus corona. Namun, rumah sakit itu belum ditunjang secara penuh oleh pusat. Yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) di Samarinda, RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, RSUD Panglima Sebaya Paser, dan RS Taman Husada Bontang.

Jadi, harus di-support daerah. Namun, karena kasusnya jarang, persiapannya agak terabaikan. Sebelumnya, saat rapat kesiapsiagaan virus corona beberapa waktu lalu, diakui Andi, kondisi rumah sakit masih pontang-panting.

“Kalau dilihat kesiapan alat, ya gambarannya seperti itu. Karena alat pelindung diri yang betul-betul sesuai itu di RS AWS (Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie) dan Kanujoso (Rumah Sakit Umum Daerah Kanujoso Djatiwibowo). Sedangkan di rumah sakit lain sangat terbatas. Kalaupun ada, itu alat pelindung diri waktu kasus flu burung dahulu. Tetapi, kalau masker sudah tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
4
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar