Dugaan Korupsi Fee 30 Persen, Erwin Haija Dituntut 12 Tahun Penjara

Selasa, 3 Maret 2020 22:54

FOTO: EDWARD/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sidang dugaan korupsi fee 30 persen, Erwin Syafruddi Haija akhirnya digelar setelah sempat ditunda pekan lalu.

Pada sidang yang digelar di ruang sidang utama PN Makassar tersebut, mantan kepala BPKAD Makassar, Erwin Syafruddi Haijadi tuntut 12 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung RI, Junaidi mengatakan berdasarkan fakta persidangan dan keterangan saksi serta barang bukti, terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi (tipikor).

Sesuai dengan pasal 2 ayat (1) jo. pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

“Pasal yang kami tuntutkan adalah pasal primer,” kata Junaidi, Selasa (03/03/2020).

Lebih lanjut Junaidi meminta majelis hakim menjatuhi hukuman pada terdakwa selama 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Selain itu terdakwa juga dituntut uang pengganti Rp18 miliar yang harus dibayarkan paling lama satu bulan, dan melakukan penyitaan barang milik terdakwa. Jika tidak memiliki barang diganti dengan hukuman kurungan enam tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim PN Makassar, Yanto Susena mengatakan sidang akan kembali digelar pada pekan depan. Agendanya pembelaan terdakwa (pledoi).

“Sidang kembali akan digelar Selasa 10 Maret. Saya harap bisa datang cepat agar sidang bisa digelar lebih awal,” ungkapnya. (edo)

Bagikan berita ini:
5
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar