Batuk-batuk, 1 WNI KRU Diamond Princess Tak Diizinkan Turun dari KRI dr Soeharso-990

Rabu, 4 Maret 2020 14:51

Diamond Princess (AFP)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Salah seorang WNI kru kapal Diamond Princess belum diizinkan meninggalkan KRI dr Soeharso-990, untuk bergabung dengan 68 awak kapal lain untuk menjalani observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, karena batuk-batuk.

“Masih ada satu di kapal karena beberapa hari lalu dia mengeluh batuk-batuk, oleh karena itu akan diambil lagi spesimennya,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Rabu (4/3).

Dia mengatakan bahwa 68 orang awak Kapal Diamond Princess yang turun ke fasilitas observasi Sebaru Kecil sudah dikonfirmasi bebas dari COVID-19. “Yang lainnya aman, mudah-mudahan bisa clear (jelas) besok dan tidak ada masalah, karena kapal berada di lepas pantai Pulau Sebaru,” katanya.

Ia menjelaskan, 68 awak Kapal Diamond Princess diturunkan dari KRI dr Soeharso setelah hasil pemeriksaan laboratorium mereka keluar dan menunjukkan mereka tidak terinfeksi virus corona.

“Sekarang sudah selesai jadi akan diturunkan. Sejauh ini keseluruhan tidak ada keluhan terkait ke COVID-19. Tidak ada yang panas,” kata Yurianto mengenai kondisi 68 awak kapal tersebut.

KRI dr Soeharso-990 yang membawa 69 warga negara Indonesia yang bekerja sebagai kru Diamond Princess dari Yokohama, Jepang, tiba di Pulau Sebaru Kecil pada Senin (2/3) petang. Kapal rumah sakit tersebut juga membawa tim penjemput yang terdiri atas 23 orang.

Bagikan berita ini:
5
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar