Langka, Harga Masker Naik 1.000 Persen

Rabu, 4 Maret 2020 16:18

“Semua petugas dikerahkan. Termasuk di Polres jajaran untuk memastikan toko atau pun minimarket tidak menimbun masker,” katanya. Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengatasi virus corona.

Borong Masker

Sementara itu, dua oknum mahasiswa Atma Jaya, James Ximenes Wijaya (21) dan Jordi Marten (21), diamankan, kemarin. Keduanya diduga memanfaatkan kelangkaan masker untuk keuntungan pribadi.

Pihak kepolisian Mapolrestabes Makassar membekuknya di kantor Eskpedisi DHL, Lantai I, Hotel Horison, Jl Jenderal Sudirman, Selasa, 3 Maret. Keduanya tertangkap basah akan mengirim 200 boks masker merk Sensi dan One Med ke Selandia Baru.

Tepat sekitar pukul 12.00 Wita, petugas membekuknya. “Selama ini, hanya mengirim ke Jakarta. Ini pertama kali untuk mengirim ke Selandia Baru,” kata James di hadapan pihak kepolisian.

Ia mengaku, membeli masker dengan jumlah banyak dari beberapa apotek di Makassar. Termasuk membeli dari pengecer di sepanjang Jalan Antang Raya dan di Samata, Kabupaten Gowa. Untuk mengumpulkan 200 boks masker, dikerjakan selama dua pekan.

“Masker tersebut saya beli dari berbagai apotek dan para karyawan di tempat penjualan alat-alat kesehatan dengan harga Rp230 ribu. Ada juga harga normal Rp50 ribu,” ungkapnya lagi.

James bilang, ia mendapatkan suntikan dana dari perempuan bernama Felicia di Kalimantan Barat. “Saya kenalnya di Facebook. Dan dia minta mengirim masker ini ke Derren yang bekerja di salah satu apotek di New Zealand,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
7
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar