Peningkatan PAD, KPK: Bantaeng Terbaik, Jeneponto Terendah

Rapat monitoring dan evaluasi manajemen aset serta optimalisasi pendapatan daerah di Kantor Gubernur. (Foto: Mirsan/FAJAR.CO.ID)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi kepada beberapa Pemerintah Daerah (Pemda) atas kinerjanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2019 kemarin.

Koordinator Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK wilayah Sulsel, Dwi Aprilia Linda secara khusus memberikan pujian kepada Pemda Bantaeng yang menjadi terbaik dalam peningkatan PAD secara nasional.

"Peningkatannya itu mencapai 60,6 persen atau Rp6,967 miliar. Ini tertinggi nasional, saya sudah usul ke pimpinan KPK agar diberikan penghargaan. Termasuk ke Kemendagri dan Kemenkeu, untuk diberikan intensif," kata Linda saat rapat monitoring dan evaluasi manajemen aset serta optimalisasi pendapatan daerah di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (4/3/2020).

Berdasarkan laporan yang diterima KPK, peningkatan signifikan Pemkab Bantaeng bersumber dari pajak hotel 190 persen atau Rp125 juta.

Selain Bantaeng, beberapa daerah juga mengalami progres peningkatan selama pendampingan KPK. Mulai dari Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Maros.

Tak hanya daerah yang mengalami peningkatan PAD. KPK juga menyebutkan daerah yang justru minus progres dalam PAD. Satu daerah yang disebutkan oleh KPK adalah Pemkab Jeneponto.

"Ini Jeneponto, dalam hal PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) memang bagus sekitar 77 persen naiknya. Tapi untuk pajak lainnya malah minus, bahkan jadi yang terburuk di Sulsel," sebut Linda.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Jeneponto Syafruddin Nurdin mengakui jika pihaknya masih memberikan beberapa kebijakan kepada pengusaha. Kebijakan ini diberikan untuk membantu pengembangan usaha.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...