Resah, Petambak Berharap Diberi Kuota Pupuk

Rabu, 4 Maret 2020 22:09

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Petani tambak (petambak) di Kabupaten Wajo kecewa. Pasalnya, bisnis mereka terancam macet akibat sulitnya mencari pupuk.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Wajo, Herman Arif. Bahkan, keresahan petani tambak tersebut sudah disampaikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Kamis, 27 Februari lalu.

“Kami ajukan kouta untuk petani tambak dan perikanan lain. Menteri KKP, Edhy Prabowo, juga harus mengeluarkan Permen KKP tentang kuota pupuk bersubsidi untuk perikanan dan mempunyai distributor sendiri,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2020.

Hal tersebut diajukan lantaran para petani tambak sudah kesulitan mencari pupuk. Setelah Permentan No 1 tahun 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun 2020 diterbitkan.

“Di pasal 5 ayat 2, di situ mengatur tentang perikanan tidak memiliki kuota pupuk subsidi lagi. Petambak ikan bandeng dan udang, kita di daerah Kecamatan Keera, Takkalalla, Penrang, Sajoangin, dll, sudah ada tidak berproduksi akibat tidak ada pupuk,” sebutnya.

Warga Desa Manyili Kecamatan Takkalalla, Hamsa Mawar, merasakan sulitnya mencari pupuk. Ia meneruskan usaha tambak ikan dan udang orangtuanya. Bantuan pupuk dari pemerintah pun tidak pernah didapatkan.

“Yang lalu kita cuma terpaksa membeli pupuk lebih dari petani padi. Itu juga kalau dikasih,” akunya.

Tanpa pemupukan di kolam atau tambak, lanjut alumnus Universitas Hasanuddin Makassar ini, memengaruhi keberhasilan dalam pembesaran ikan.

Bagikan:

Komentar