A Syamsir Nikah Ketiga Kalinya dengan Nirfawana, Pilihan Istri Pertama Juspiawati

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA -- A Syamsir resmi menikah lagi. Untuk yang ketiga kalinya. Dia menikahi Nirfawana.

Syamsir berpoligami karena mendapat dukungan dari istri pertama, Juspiawati. Syamsir bercerita, pernikahan yang ia lakukan di kediaman Nirfawana, Selasa, 3 Maret, diurus oleh Juspiawati bersama kerabat lainnya.

Bahkan, Nirfawana merupakan pilihan dari istri pertamanya. "Atas dukungannya (Juspiawati)," kata Syamsir yang juga pemilik Ruqyah Ainun Syam Bulukumba itu, Rabu, 4 Maret.

"Jadwal acaranya juga mereka yang atur. Saya baru tahu kepastiannya setelah jadwal pernikahan kami telah ditentukan," sambung developer salah satu perumahan di Bulukumba ini.

Syamsir menyebut tidak ada alasan lain dari istri pertamanya mendorong menikah selain karena mengetahui amalan berpoligami. Setelah perceraianya dengan istri kedua, Juspiawati langsung mencarikan pengganti.

"Mereka paham bagaimana amalannya. Ini bukan karena nafsu, tetapi karena dakwah, sunah rasul, dan mereka yakin saya akan berlaku adil dari segala sisi," jelasnya

Syamsir bersama Juspiawati dan sembilan anak, menantu, dan cucunya turut mengantar ke rumah mempelai wanita di Jalan Bakti Adiguna, Bulukumba. Malah, istri pertamanya itu yang mengantar ke kamar istri baru.

Bagi Nirfawana, pernikahan ini bukan yang pertama. Tiga kali pernikahan sebelumnya tidak langgeng. Sedangkan untuk Syamsir, ini juga adalah pernikahan yang ketiga. Pernikahan kedua Syamsir, kandas dan harus bercerai. Nirfawana merupakan pemilik UD Sipatuo Reski dan Martabak Cantik.

Sementara Juspiawati, mengungkapkan, niatnya untuk mendorong suaminya menikah lagi karena alasan dakwah. Dia ingin membuktikan bahwa hal ini dapat dilakukan. Meski di luar sana banyak yang tidak menginkan hal ini.

"Ada ustaz sejak enam bulan lalu saya minta untuk carikan istri bagi suami saya, jadi saya yakin suami saya dapat berlaku adil, sudah ada bukti sebelumnya dari istri pertama," katanya.

Sikapi Bijak

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel Anwar Abubakar mengatakan tak ada larangan poligami dalam Islam. "Itu sah-sah saja. Namun, untuk sebagian masyarakat itu belum sepenuhnya dianggap lumrah," ujarnya kepada FAJAR malam tadi.

Olehnya itu, pernikahan poligami yang viral di Bulukumba perlu disikapi dengan arif dan bijak. Netizen atau warganet tak mestinya membuat kabar itu jadi perbincangan yang menyulut perdebatan yang tak berdasar.

"Karena persepsi yang lahir di masyarakat tentu akan berbeda-beda. Olehnya, meski tak ada larangan dalam agama, aspek budaya dan adat tetap harus dijaga. Intinya bagaimana kita arif dan bijak dalam menyikapinya," ucapnya.

Untuk poligami yang digelar sesuai syariat, kata dia, biarlah itu menjadi ruang privasi bagi mereka yang melakukan. "Ada pun masyarakat silakan mengambil hikmah dan dijadikan pelajaran kehidupan," katanya. (sir-rdi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan