Jejak Bugis di Semenanjung Tanah Melayu, Migrasi Dipimpin Para Bangsawan (1)

  • Bagikan

Orang Bugis tidak hanya menguasai jalur-jalur perdagangan di Nusantara. Mereka bahkan melanglang jauh. Memberi pengaruh perebutan kekuasaan di Semenanjung Melayu.

Bila memperhatikan wilayah pemukiman dan atau habitasi ketiga suku bangsa (ethnic group)- Bugis, Makassar, dan Mandar yang gemar merantau, pada umumnya berdiam di tanah dataran rendah yang dialiri sungai besar maupun kecil.

Selain dari itu juga berdiam di tanah yang berdekatan dengan danau dan laut. Tidaklah mengherankan apabila mata pencahariannya sebagian besar hidup sebagai petani, nelayan, dan pedagang.

Sehingga dalam perantauan, melakukan migrasi, ke dalam atau ke luar dari wilayah Sulawesi, selalu mencari habitasi yang keadaan geografinya kurang lebih sama dengan negeri asal.

Hal itu secara ekologis telah menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, tercipta pola-pola tingkah laku dan kepribadian yang mendasar. Seperti hidup berkelompok, saling menolong, sikap terbuka, watak keras, dan giat bekerja.

Bila memperhatikan negeri-negeri tujuan migrasi di Kepulauan Nusantara setelah Kerajaan Makassar beserta sekutu-sekutunya mengalami kekalahan oleh VOC atau Belanda, terlihat dengan jelas, habitasi yang dipilih keadaan geografinya tidak berbeda jauh dengan negeri asal.

Makanya, baik di Jawa, Kalimantan, Sumatera, maupun di Semenanjung Tanah Melayu dan sekitarnya, habitasi ketiga suku bangsa ini menempati sekitar wilayah tanah dataran rendah yang keadaan geografisnya sama.

Di Sumatera misalnya menempati wilayah aliran Sungai Indragiri; sedangkan Kalimantan sekitar Sungai Mahakam. Bahkan Samarinda menurut riwayat asal mula berdiri kota didirikan dan dibangun migran Bugis-Wajo.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan