Korupsi RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Jaksa Sita Rp2 Miliar

Kajari Sragen Syarief Sulaeman Nahdi memperlihatkan barang bukti uang yang disita kemarin (4/3). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

FAJAR.CO.ID, SRAGEN-- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen menyita uang dari tersangka korupsi pembangunan Ruang Central OK Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Dari tangan tersangka RW, kejari mengamankan Rp2,016 miliar.

Kepala Kejari Sragen Syarief Sulaeman Nahdi memperlihatkan sejumlah uang yang sudah dibendeli kemarin. Uang tersebut merupakan nilai kerugian negara yang disita dari ketiga tersangka kasus korupsi ruang operasi di RSUD Sragen 2017.

Para tersangka menyerahkan barang bukti tersebut pada Jumat (28/2) lalu. RW merupakan pihak ketiga dalam pengadaan barang. Sementara dua tersangka lainnya, yakni mantan dirut RSUD Sragen DS dan NY sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK).

”Tersangka RW mengembalikan uang. Uang dari tersangka RW ini sebagai barang bukti kasus ini. Dia sudah ditahan Kamis lalu,” ungkap Syarief.

Menurut Syarief, jumlah uang itu merupakan hasil perhitungan tim ahli. Selanjutnya, barang bukti kejahatan itu akan dikembalikan ke kas negara untuk pembangunan Pemkab Sragen. Pasalnya, sumber uang tersebut berasal dari APBD Pemkab Sragen.

”Kami menyelamatkan uang negara. Mudah-mudahan hakim sependapat dengan tuntutan kami untuk dikembalikan ke negara,” ujarnya.

Syarief mengatakan, konstruksi kasus ini menguntungkan pihak swasta. Sehingga semua barang bukti dalam bentuk uang dari pihak swasta. Uang tersebut akan disimpan di rekening penampungan milik kejari. ”Kerugian negara dalam kasus ini sudah 100 persen, sesuai dengan perhitungan BPKP Jateng,” terangnya.

Artikel Asli >
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...