Setelah Pammukkulu, Pemprov Fokus Bebaskan Lahan Irigasi Baliase

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) punya pekerjaan tambahan dari Pemerintah Pusat, untuk membantu proses pembebasan lahan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satunya Bendung Baliase di Kabupaten Luwu Utara.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyebutkan bangunan utama Bendung Baliase telah rampung. Saat ini, Kementerian PUPR tengah menyelesaikan irigasi yang dibagi menjadi tiga paket pengerjaan.

"Sekarang sisa jaringan irigasinya, kita bahas masalah pembebasan lahannya. Kalau ini selesai, luar biasa ada sekitar 18 ribu hektare sawah yang bisa dialiri di Luwu Utara," kata Sudirman usai rapat pembebasan lahan di Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Sulsel, Kamis (05/03/2020).

Untuk pembangunan saluran irigasi induk Baliase dibutuhkan 382,4 hektare lahan. Sejauh ini baru 89 hektare yang dibebaskan, sisanya 143 hektare dalam proses persiapan apresial dan 150 hektare menunggu pengukuran.

"Kita ingin seperti Bendungan Pammukulu (Takalar), setelah kita turun baru selesai pembebasan lahannya. Kalau kendala di lapangan, terutama soal harga tidak terlalu bermasalah. Sisa kepemilikan lahan," jelasnya.

Untuk mempercepat pengukuran 150 hektare, Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan menurunkan dua tim. Pekan depan, direncanakan sudah ada pembayaran lahan tahap 1.

"Kita target bulan Oktober sudah rampung semua lahannya. Apalagi sudah tersedia anggaran fisik sekitar Rp180 miliar, kalau untuk pembebasan lahan itu ada di LMAN," tambah Kadis Perkimtan Sulsel, Andi Bakti Haruni.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan