KPK Minta Inspektorat Audit 50 Paket Proyek Pemprov Sulsel

Koordinator Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK wilayah Sulsel, Dwi Aprilia Linda.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pendampingan atas kinerja Pemprov Sulsel. Salah satunya di sektor pengadaan barang dan jasa.

Koordinator Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK wilayah Sulsel, Dwi Aprilia Linda mengatakan, pihaknya meminta Inspektorat Sulsel melakukan pendampingan dan probity audit untuk 50 paket pengadaan barang dan jasa.

"Pertama review HPS (Harga Perkiraan Sendiri). Sebelum kegiatan pengadaan itu dilelang harus sudah direviuw oleh Biro Pengadaan Barang/Jasa, Inspektorat dan ULP," kata Linda usai rapat bersama Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (06/03/2020).

Linda menyebutkan, pendampingan tersebut dilakukan agar jika ada kesalahan regulasi bisa langsung diberikan saran langsung oleh Inspektorat Sulsel, sebagai Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP). Terutama penyusunan harga satuan pokok kegiatan.

Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa Sulsel, Sari Pudjiastuti menambahkan adapun proyek yang harus melalui hasil review Inspektorat Sulsel anggarannya harus diatas Rp10 miliar ke atas.

"Ada beberapa proyek infrastruktur di Dinas PUPR, Dispora dan Dinas Kesehatan. Salah satunya renovasi Stadion Mattoanging masuk daftar," tambahnya.

Sari menyebutkan ada beberapa paket infrastruktur yang telah dilelang dan sudah melalui tahapan review dari Inspektorat Sulsel. Seperti proyek jalan Sabbang-Tallang (Rp35,1 miliar) dan jalan Ujung Lamuru-Palattae-Bojo (Rp32,1 miliar). (mirsan/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...