Mengharukan, Komentar Pelatih Granada, Diego Martinez Setelah Gagal ke Final Copa del Rey

Jumat, 6 Maret 2020 08:54

Diego Martinez/ALFREDO-AGUILAR/Ideal

FAJAR.CO.ID, GRANADA—Granada tersingkir secara menyakitkan di babak semifinal Copa del Rey. Meski menang 2-1 dan mampu menyamakan agregat menjadi 2-2, mereka gagal ke final karena kalah gol tandang dari Athletic Bilbao.

Pelatih Granada, Diego Martínez pun sepertinya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Komentar-komentarnya dalam jumpa pers begitu mendalam dan membuat terharu. Ia begitu bangga dengan perjuangan anak asuhnya dan dukungan seluruh kota Granada.

“Di luar hasil, dengan level tertinggi yang ditunjukkan tim, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada para pemain. Granada telah tumbuh hari ini. Tidak ada yang akan mengubah apa pun tetapi kami semua ingin berada di final,” kata Martinez di media berbahasa Spanyol, Ideal.

Ia mengatakan, anak asuhnya bermain begitu luar biasa. Namun, satu-satunya kesalahan yang mereka buat ternyata berbuah gol yang menurutnya bernilai ganda. Gol menit ke-81 yang dicetak Yuri Berchiche memastikan mereka kalah gol tandang usai sempat unggul 2-0.

“Golnya di menit 81 adalah satu-satunya kesalahan yang kami lakukan. Kami tersingkir dari sana, tetapi kami menikmati dan tumbuh sebagai sebuah tim. Sulit untuk menerimanya tetapi ini adalah apa adanya dan sekarang saatnya untuk melakukan pembacaan positif, karena kami melakukan pekerjaan dengan sangat baik,” jelasnya.

Martinez menegaskan, semua pemain dan penduduk Granada harus berbangga. “Hari ini adalah hari untuk bangga dan bahagia telah menjalani semua ini. Malam ini dan semua yang datang, semua emosi ini, tidak ada yang akan mengambil ini dari kita. Itu bernilai lebih dari hasil olahraga,” tegasnya.

“Para pemain ini tidak pantas pergi dengan kepala tertunduk atau sedih. Mereka telah menjadi contoh daya saing dari rasa hormat dan kejujuran. Kita tidak boleh lupa dari mana kita berasal, siapa kita dan contoh yang kita berikan dari Granada dan bagaimana menjalani pertandingan sepak bola dengan daya saing dan rasa hormat,” lanjutnya.

Meski demikian, sang pelatih mengakui bahwa ini momen-momen menyedihkan. “Ini adalah saat yang sulit dan menyedihkan dan para pemain merasa jengkel. Tetapi ini akan membuat kami jauh lebih baik karena setiap pengalaman dalam satu setengah tahun ini. Jika kita tidak berada di final, ini adalah jalannya karena pertandingan tim sangat, sangat bagus,” cetusnya.

“Ini adalah waktu yang buruk untuk memilih waktu yang tepat. Kami semua akan senang berada di final dan kami berjuang sepenuhnya, tetapi Itu tidak mungkin. Nenek saya mengatakan kepada saya hari ini bahwa kami akan menang dan saya mengatakan kepadanya agar berharap kami lolos. Kami pergi dengan kepala yang sangat tinggi, sepatu yang sangat lusuh dan perasaan pantas mendapatkan lebih,” ujar Martinez.

Martinez mengklaim, jantung Granada kini terdengar lebih dari sebelumnya. Dan ia berharap prestasi lebih baik di masa mendatang. “Terima kasih. Aku pergi dengan duri karena tidak bisa mencapai final. Maaf, tapi kami memberikan segalanya. Saya tidak bisa meminta lebih banyak dari tim,” kuncinya. (amr)

Bagikan berita ini:
5
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar