Pemekaran Papua, Hironimus Hilapok Cium 3 Kepentingan

Jumat, 6 Maret 2020 15:32

(Kanan ke kiri) Direktur Eksekutif Papua Circle Institute Hironimus Hilapok, Peneliti LIPI Adriana Elisabeth, Anggota Fr...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Rencana pemekaran provinsi Papua kembali menjadi sorotan sejumlah kalangan. Pasalnya, menurut Direktur Eksekutif Papua Circle Institute Hironimus Hilapok ada tiga kepentingan yang melandasi wacana itu.

“Pemekaran selama dianggap sebagai salah satu solusi dari persoalan kesejahteraan di Papua. Tapi ingat ini demi kepentingan siapa,” kata Hiron sapaan Hironimus Hilapok saat diskusi dialektika demokrasi bertajuk ‘Pemekaran Papua: Sebuah Keniscayaan atau Petaka?’ di Media Center Kompleks Parlemen, Senayan.

Hirin menjelasakan, ada tiga kemungkinan kepentingan terkait pemekaran daerah. Pertama, masyarakat memang menginginkan sebuah pemekaran sehingga masyarakat melakukan gerakannya sendiri dengan didorong oleh beberapa elite.

Kedua, pemekaran itu biasa datang dari kepentingan elite sendiri. Tanpa melihat apakah itu menjadi kebutuhan masyarakat atau tidak. Ketiga, murni kepentingan bisnis.

“Karena itu adalah tugas DPR dan pemerintah untuk menilainya. Apakah pemekaran ini layak ada tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Pengurus Pusat PMKRI ini menjelaskan, proses perkembangan Papua sejak berintegrasi ke Indonesia pada tahun 1969. Awalnya, kata dia, Papua hanya satu provinsi dan 9 kabupaten.

Kemudian, melalui Undang-Undang Nomor 12 tahun 1969. Selanjutnya, pada tahun 1999 melalui Undang-Undang Nomor 45 tahun 1999, provinsi Irian Jaya (Papua, red) dimekarkan menjadi tiga provinsi, tetapi sampai saat ini hanya ada dua saja yakni Provinsi Papua dan Papua Barat.

Bagikan berita ini:
10
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar