Hendra/Ahsan Berburu Rekor Bersejarah di All England 2020

Sabtu, 7 Maret 2020 14:24

Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan/Badmintonphoto

FAJAR.CO.ID, BIRMINGHAM—Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan berburu rekor bersejarah di All England 2020. Ganda veteran itu berkesempatan mematahkan rekor 29 tahun kompetisi bulutangkis tertua dunia ini dengan meraih gelar ketiga mereka, pekan depan.

Juara dunia tiga kali tersebut pertama kali itu naik podium juara di Arena Birmingham yang berkapasitas 15.800 tempat duduk pada tahun 2014. Setelah itu, mereka melakukannya lagi tahun lalu ketika hanya menjadi unggulan keenam turnamen Super 1000 ini.

Sebelumnya, pasangan China, Li Yongbo/Tian Bingyi menjadi ganda ganda putra pertama memenangkan tiga gelar Yonex All England Open. Mereka meraih tiga gelar All England pada tahun 1987, 1988 dan 1991.

Ganda putra Korea Selatan, Ha Tae Kwon juga sebenarnya memenangkan treble All England. Namun, dengan pasangan yang berbeda.  Ha Tae Kwon bersama Kang Kyung Jin juara pada tahun 1997. Kemudian, ia berpasangan Kim Dong Moon meraih gelar pada 2000 dan 2002.

Usaha Hendra/Ahsan berburu rekor bersejarah akan dimulai pekan depan. “Persiapan kami untuk Yonex All England Open 2020 hampir 100 persen. Sekarang fokusnya lebih pada pengondisian dan menghindari cedera,” kata Hendra dikutip dari situs BWF.

Ahsan menambahkan, ia dan Hendra yang saat ini berusia 35 tahun tidak terbebani dengan rekor bersejarah itu. “Tujuan kami adalah menikmati pertandingan kami. Kami tidak merasakan tekanan untuk menjadi juara. Kami akan melangkah selangkah demi selangkah,” tegasnya.

Jika Hendra/Ahsan yang menjadi unggulan kedua turnamen benar-benar juara, mereka tidak hanya akan meraih treble All England yang langka. Tapi, pasangan berjuluk The Daddies ini juga akan menjadi ganda putra kelima yang memenangkan gelar All England secara berurutan sejak era Open dimulai pada 1980. Yang terakhir melakukannya adalah pasangan asal Indonesia lainnya, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Pasangan nomor satu dunia itu meraih gelar pada 2017 dan 2018. Mengingat mereka menjadi unggulan pertama dan kedua, all Indonesian final jelas sangat terbuka peluangnya. Sayangnya, Ahsan/Setiawan punya rekor buruk berhadapan dengan juniornya.

Bagikan:

Komentar