Koperasi Butuh Kepastian Suplai Bahan Baku Gula Kristal Rafinasi

Sabtu, 7 Maret 2020 22:54

BUTUH KEPASTIAN. Anggota Koperasi Koperasi Produsen Berkah Industri Nusantara foto bersama usai RAT di Hotel Harris Kela...

FAJAR.CO.ID — Insan Koperasi dan UMKM membutuhkan kepastian suplai bahan baku Gula Kristal Rafinasi (GKR) yang jauh lebih baik. Hal ini ditegaskan Ketua Koperasi Produsen Berkah Industri Nusantara, Neddy Rafinaldi, di Jakarta, Jumat, 3 Maret 2020.

“Ketersediaan itu sangat dibutuhkan oleh anggota kami. Hal ini kami suarakan mengingat strategisnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) makanan dan minuman yang bergantung pada stabilnya suplai GKR,” tegas Neddy.

Neddy menambahkan, persoalan ini perlu mendapat perhatian yang serius dari Kementerian KUKM. Itu merujuk pada strategisnya potensi IKM itu sendiri. Buktinya, jumlah IKM pengolahan nonmigas 4.4 juta, menyerap 10.1 juta Tenaga Kerja. 36 persen atau setara 1,6 juta di antaranya IKM makanan minuman. “Mereka itu menyerap 42.5 persen atau 4.74 juta tenaga kerja dengan kontribusi 37 persen terhadap PDB sektor IKM secara keseluruhan,” sambungnya.

Belum lagi, tahun 2020, IKM mamin diperkirakan tumbuh 9 persen, dengan kemampuan produksi gula 2.2 juta ton.

“Berdasarkan data yang kami peroleh dari Deputi ProPasar KemKUKM, tercatat Koperasi Penyalur GKR yang mendapat Surat Dukungan dari Kem KUKM sebanyak 7 Koperasi dengan jumlah anggota 847 IKM dan total kuota GKR 10.885 ton/bulan.

“Dibanding total IKM makanan minuman yang 1.6 juta, maka layanan koperasi di atas tentu masih sangat kecil sekali dibanding potensi IKM yang membutuhkan GKR di seluruh Indonesia.

Bagikan berita ini:
6
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar